kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.093   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Capitol Nusantara (CANI) masih berharap banyak dari sektor tambang batubara


Jumat, 30 November 2018 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Pengangkutan batubara


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) masih akan mengandalkan sektor pertambangan khususnya batubara pada tahun depan. Pasalnya, demand di sektor tersebut masih cukup baik, kendati belum pulih benar namun harga batubara sudah mengalami kenaikan yang cukup apik.

Jansen Warokka, Direktur Keuangan CANI menyampaikan bahwa perusahaan masih mengincar kontrak dari sektor pertambangan. Pasalnya, demand dari sektor komoditas lainnya tak sebesar demand dari tambang khususnya batubara.

“Masih besar dari pertambangan itu lebih dari 50%, itu batubara, migas juga masih ada. Kalau komoditas seperti kayu dan lainnya ada, tetapi itu kan tidak besar demand-nya,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (30/11)

Menurutnya, saat ini dengan semakin maraknya pembangunan PLTU di beberapa wilayah membuat demand terhadap kapal pengangkut juga semakin besar. Hanya saja, persaingan juga semakin ketat sehingga perusahaan harus melaksanakan operasi seefisien mungkin. “HBA batubara memang lebih baik dibandingkan tahun lalu, tetapi kan kontrak kami bukan tergantung dari HBA melainkan harga solar,” lanjutnya.

Tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan bisa meningkat 10% hingga 12% setidaknya bisa mencapai US$ 2,66 juta sedangkan rugi bersih bisa terpangkas menjadi US$ 3,44 juta. Perusahaan menyampaikan bila target dua kontrak baru terpenuhi, maka target tersebut sudah bisa dicapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×