Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pos Indonesia (Persero) buka suara soal temuan Danantara terkait dugaan penyimpangan termasuk dugaan rekayasa keuangan di perusahaan tersebut.
VP Corcomm PT Pos Indonesia (Persero) Yustina Widowati mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil audit yang sedang dilakukan pihak ketiga.
"Hingga saat ini masih dalam proses sehingga kami belum bisa menyampaikan hasil akhir berupa temuan ataupun rekomendasi atas hasil audit. Kita sama-sama menunggu," kata Yustina pada Kontan.co.id, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Daud Joseph Mundur dari Kursi Dirut Pos Indonesia
Yustina tidak mau menerangkan lebih detail apa saja bentuk dugaan rekayasa keuangan di PT Pos Indonesia. Yang terang, PT Pos Indonesia mendukung langkah transformasi dan penyehatan kinerja yang telah diamanatkan Danantara dan BP BUMN.
"Pos Indonesia mendukung langkah transformasi dan penyehatan kinerja perseroan sebagaimana yang diamanatkan oleh Danantara dan BP BUMN," ujarnya.
Sebelumnya, Managing Director Stakeholders Management & Communications Rohan Hafas menyebut, Danantara masih menindaklanjuti laporan dugaan rekayasa keuangan PT Pos Indonesia melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai dengan ketentuan berlaku.
"Karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum," tegas Rohan dalam keterangan resminya dikutip, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Posisi Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp 24,12 Miliar
Rohan memastikan, Danantara terus membenahi tata kelola PT Pos Indonesia secara menyeluruh. Hal ini diperlukan lantra Danantara mengakui ada persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
"Untuk itu, prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat," kata Rohan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














