kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Carrefour Jamin Tidak Rugikan Pasar Tradisional


Kamis, 22 Juli 2010 / 14:36 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |



JAKARTA. Kompetitor pasar modern maupun pasar tradisional pantas khawatir akan strategi yang dilansir oleh PT Carrefour Indonesia yang menurunkan beberapa jenis produk kebutuhan pokok. Pasalnya, dengan harga yang lebih rendah yang ditawarkan Carrefour, konsumen akan tersedot untuk menyambangi Carrefour; termasuk konsumen yang selama ini sudah rutin berbelanja di pasar tradisional.

Hanya, pihak Carrefour menampik kekhawatiran tersebut. Menurut Irawan D. Kadarman, Director of Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia, segmen pasar dan pembeli Carrefour dan pasar tradisional itu berbeda.

Menurut Irawan, pihaknya sama sekali tidak akan menganggu pasar tradisional yang sudah memiliki segmen pasar sendiri. Irawan meminta, jika ingin perbandingan harga, ia meminta diperbandingkan dengan ritel modern lainnya. “Bandingkannya dengan toko seberang (ritel lain),” tandas Irawan, Kamis (22/7).

Jika 12 produk bahan pokok dari Carrefour itu dinilai lebih mahal, pihak Carrefour berjanji akan mengembalikan nilai dua kali dari nilai selisihnya.

Asal tahu saja, Siti Maisaroh, konsumen yang ditemui wartawan di Carrefour Lebak Bulus mengaku datang ke Carrefour untuk mencari cabai yang harganya lebih murah dibandingkan dengan harga pasar tradisional.

Menurutnya, harga cabai keriting di pasar tradisional di Ciputat mencapai Rp. 50.000 per kg. “Disini lebih murah makanya saya datang,” ujar Siti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×