kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.728   9,00   0,05%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Casagro Futura Pratama bangun pabrik pupuk karbon senilai Rp 7 miliar


Selasa, 16 Februari 2021 / 11:16 WIB
Casagro Futura Pratama berinvestasi bangun pupuk karbon dengan bahan baku batubara.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Casagro Futura Pratama akan membangun pabrik pupuk karbon dengan bahan baku batubara yang berdomisili di Klaten, Jawa Tengah. Pupuk karbon ini telah mendapatkan U.S Patent sebagai penemuan baru di bidang pertanian pada tahun 2020 oleh H. Umar Hasan Saputra. 

Asal tahu saja, Umar menjadi orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang mendapatkan U.S Patent sebagai pemilik, penemu serta pengguna dari produk pupuk batubara.

Urgensi Casagro mengembangkan pupuk karbon karena melihat total luas lahan dengan total produksi pupuk di Indonesia belum seimbang sehingga kerap terjadi kelangkaan pupuk di level petani. 

Selain itu, masyarakat selama ini hanya mengenal dua jenis pupuk yakni kimia dan organik, di mana keduanya tidak dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Maka pupuk batubara bisa melengkapi atas kekurangan supply pupuk tersebut.

Pada bulan Desember 2020, Casagro telah mendapatkan hak eksklusif dari pemilik paten untuk mendirikan pabrik pupuk batubara di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan sekaligus mendistribusikan produk batubara tersebut di 6 Kabupaten wilayah Karesidenan Surakarta.

“Dengan dibangun pabrik pupuk batubara ini akan meningkatkan kesejahteraan para petani Indonesia karena produk batubara ini merupakan produk terobosan yang inovatif di bidang pertanian yang akan meningkatkan hasil produksi para petani di berbagai macam tanaman pangan. Di sisi lain penggunaan batubara sebagai pupuk merupakan jawaban atas keinginan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah batubara yang selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar,” kata Director & Founder Casagro Group Vito Tjahyadi dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (15/2). 

Dari hasil percobaan selama setahun terakhir, pupuk batubara telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Sebagai contoh misal pada tanaman padi dapat meningkatkan produksi sebesar 23,5%, meningkatkan pendapatan bersih Rp 5,5 juta per 1,35 hektar dibandingkan budidaya tanpa menggunakan pupuk batubara.

Baca Juga: Kementan tegaskan komitmen kawal pupuk subsidi agar tepat sasaran

Meskipun ada kekurangan supply yang begitu besar, jumlah pemain di industri pupuk tidak bertambah secara signifikan karena terkendala entry barrier terlalu tinggi, kelangkaan supply bahan baku pupuk, serta sumber daya manusia (SDM) yang terpusat di desa. 

Oleh karena itu, Casagro Futura Pratama mengajak para investor anyar LandX dan masyarakat luas untuk membantu sektor pertanian lokal sekaligus memiliki saham dari perusahaan yang memiliki potensi sangat besar pada tahun-tahun mendatang.

“Kebutuhan investasi pabrik pupuk batubara di Klaten dengan kapasitas produksi 800 ton per bulan adalah sebesar Rp 7 miliar dan saham yang ditawarkan ke masyarakat mencapai 90%. Proyeksi dividen yang akan didapatkan oleh pemegang saham dapat mencapai 25% pada tahun pertama dan 60% pada tahun kedua, bahkan lebih dari 100% untuk tahun ketiga dan seterusnya," jelas dia.

Vito memaparkan, karena kebutuhan dari sektor pertanian yang semakin meningkat dan akan berbanding lurus dengan pendapatan berulang. Perusahaan penerbit sudah melakukan penetrasi pasar dan edukasi sehingga confidence bahwa tahun pertama sudah mendapatkan dividen. 

“Ketatnya proses seleksi penerbitan saham perusahaan rintisan di LandX menjadikan proyek ini istimewa karena juga merupakan perusahaan perdana yang bukan berada di area LandX yang mayoritas adalah bisnis properti," kata Co-Founder LandX Romario Sumargo.

Selain itu, Romario mengatakan berdasarkan proyeksi perusahaan, investasi ini relatif menguntungkan dengan minim resiko. Penawaran saham ini hanya berlangsung selama 45 hari dimulai tepat hari ini 15 Februari 2021 dengan jumlah 7.000 lot dan harga penawaran saham per lot adalah Rp 1 juta.

Selanjutnya: Kementan akan kembangkan kawasan food estate Sumba Tengah pada 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×