kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.723   4,00   0,02%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Hadapi Tekanan Rupiah dan Energi, WIKA Perketat Seleksi Proyek Baru


Selasa, 16 Juni 2026 / 07:30 WIB
Hadapi Tekanan Rupiah dan Energi, WIKA Perketat Seleksi Proyek Baru
ILUSTRASI. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pengerjaan proyek Jalan Tol Semarang–Demak. (WIKA/dok)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengandalkan strategi seleksi proyek yang lebih ketat, pengendalian biaya, dan efisiensi operasional untuk menjaga kinerja bisnis di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta fluktuasi harga energi global yang berpotensi menekan biaya konstruksi.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan perseroan terus memantau pergerakan kurs dan harga energi karena dapat memengaruhi biaya proyek, terutama pada komponen energi, logistik, material industri, serta peralatan konstruksi.

Untuk meredam dampak kenaikan biaya tersebut, WIKA memperkuat langkah mitigasi risiko melalui efisiensi operasional, pengendalian biaya, optimalisasi arus kas, dan penguatan manajemen risiko di seluruh proyek yang dikelola.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Proyek, WIKA Perkuat Strategi Mitigasi

Perseroan juga terus berkoordinasi dengan para pemberi kerja agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai rencana di tengah dinamika pasar.

Selain fokus pada efisiensi, WIKA kini semakin selektif dalam memburu kontrak baru. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan kesehatan arus kas di tengah persaingan proyek yang semakin ketat.

“WIKA menerapkan four eyes principle dan prinsip selektivitas dalam mengikuti tender dan memperoleh proyek baru, dengan fokus pada proyek yang memiliki skema pembayaran bulanan, tingkat risiko yang terukur, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perseroan,” ujar Ngatemin.

 

Strategi tersebut menjadi salah satu kunci WIKA dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya konstruksi. Perseroan mengutamakan proyek-proyek dengan profil risiko yang terkendali dan mekanisme pembayaran yang mendukung likuiditas perusahaan.

Meski menghadapi tantangan dari pelemahan rupiah dan tingginya biaya energi, WIKA menyatakan target bisnis 2026 masih berjalan sesuai rencana. Perseroan tetap optimistis terhadap pencapaian kontrak baru maupun kinerja operasional sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Tiga Proyek Sampah Danantara Masuk PSN

Hingga April 2026, WIKA telah mengantongi kontrak baru senilai Rp5 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen Energy & Industrial Plant sebesar 41,59%, diikuti Industry 28,79%, Infrastructure & Building 25,12%, serta Property & Investment 4,49%.

Dengan kombinasi strategi efisiensi, mitigasi risiko, dan selektivitas proyek, WIKA menargetkan dapat menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan sekaligus mencapai sasaran kontrak baru, pendapatan, dan laba sepanjang 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×