kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.114   -75,00   -0,41%
  • IDX 5.037   116,93   2,38%
  • KOMPAS100 650   18,07   2,86%
  • LQ45 515   14,05   2,80%
  • ISSI 167   3,37   2,07%
  • IDX30 290   7,00   2,47%
  • IDXHIDIV20 390   7,38   1,93%
  • IDX80 75   2,03   2,78%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,34%

Catat Keuntungan Investasi, Multi Garam Utama (FOLK) Berbalik Cetak Laba


Kamis, 05 November 2026 / 10:09 WIB
Catat Keuntungan Investasi, Multi Garam Utama (FOLK) Berbalik Cetak Laba
ILUSTRASI. PT Multi Garam Utama Tbk atau FOLK Group (Dok/FOLK)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan 2026. FOLK membalikkan kerugian Rp 10,50 miliar pada periode yang sama tahu lalu, menjadi laba neto periode berjalan sebesar Rp 17,31 miliar hingga kuartal III-2026. 

Secara bottom line, FOLK meraih laba bersih sebesar Rp 18,40 miliar hingga September 2026. Berbalik dari posisi rugi neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia, FOLK membukukan pendapatan neto sebesar Rp 14,45 miliar hingga kuartal III-2026. Tumbuh 2,84% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan raihan Rp 14,05 miliar per September 2025.

Sementara itu, beban pokok pendapatan FOLK naik 6,12% (yoy) menjadi Rp 6,58 miliar. Hasil tersebut membuat laba bruto FOLK naik tipis 0,12% (yoy) dari Rp 7,85 miliar menjadi Rp 7,86 miliar.

Meski begitu, FOLK membalikkan rugi usaha Rp 10,59 miliar menjadi laba usaha sebesar Rp 17,32 miliar. FOLK membalikkan rugi menjadi laba karena mencatatkan penghasilan lain-lain sebesar Rp 26,67 miliar, berbanding beban lain-lain Rp 1,19 miliar pada periode sembilan tahun lalu.

Penghasilan lain-lain tersebut terdorong oleh keuntungan bersih investasi yang belum direalisasi (unrealized gain on investment). Manajemen FOLK merinci bahwa penghasilan lain-lain neto tercatat sebesar Rp 26,67 miliar, yang terdiri dari keuntungan bersih investasi yang telah terealisasi sebesar Rp 5,04 miliar, keuntungan nilai wajar investasi yang belum terealisasi Rp 20,07 miliar, serta penghasilan dividen Rp 1,25 miliar.

Dengan hasil tersebut, FOLK mencatatkan perbaikan keuangan secara tahunan sebesar Rp 27,82 miliar. FOLK pun memperbaiki posisi laba per saham menjadi sebesar Rp 4,51 per saham, dibandingkan rugi Rp 2,10 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Per 30 September 2026, total aset FOLK meningkat 99,4% menjadi Rp 151,99 miliar dari posisi Rp 76,21 miliar pada 31 Desember 2025. Total ekuitas naik 112,4% menjadi Rp 140,46 miliar, didorong oleh pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD I) sebanyak 143.216.080 saham pada harga Rp 398 per saham dengan nilai Rp 57 miliar, serta laba periode berjalan. 

Defisit saldo laba berkurang 50,9% dari Rp 36,12 miliar menjadi Rp 17,72 miliar. Total liabilitas tetap terkendali di Rp 11,52 miliar dengan Debt-to-Equity Ratio 0,08x dan Current Ratio 10,29x (31 Desember 2025: 0,89x). Kas dan setara kas naik menjadi Rp 9,94 miliar dari Rp 1,25 miliar, dan FOLK tidak memiliki pinjaman bank.

Direktur Utama Multi Garam Utama, Danny Sutradewa mengungkapkan bahwa sebagai platform investasi multi-sektor, kinerja FOLK pada kuartal III-2026 terutama ditopang oleh portofolio investasinya. Danny menyoroti, segmen filter air menjadi kontributor pendapatan baru dalam ekosistem FOLK. 

Di sisi biaya, beban penjualan dan pemasaran turun 46,2% (yoy) menjadi Rp 2,50 miliar seiring disiplin efisiensi yang berkelanjutan, termasuk rasionalisasi belanja pemasaran. FOLK juga mengintegrasikan AI Agent ke dalam fungsi riset investasi, pemantauan portofolio, kepatuhan regulasi, dan pelaporan internal untuk menjalankan operasi holding yang lean dan berbasis data. 

"Dana hasil PMTHMETD telah kami alokasikan secara disiplin ke portofolio yang memberikan imbal hasil, dengan tetap menjaga neraca tanpa utang bank. Ke depan, fokus kami adalah mengkonversi nilai portofolio menjadi arus kas yang berkelanjutan serta memperdalam eksposur pada sektor infrastruktur dan layanan kesehatan," kata Danny melalui keterangan yang disiarkan pada Rabu (5/11/2026).

Pada April 2026, FOLK mengakuisisi 99,96% saham PT Traya Multi Investama (TMI), yang membawahi PT Traya Hydro Indonesia dan PT Traya Hydro Technology. Konsolidasi Traya Group memperluas eksposur FOLK pada sektor infrastruktur pengolahan air bersih dan air limbah, termasuk partisipasi Traya Hydro dalam mendukung dua proyek data center berskala besar di kawasan Cikarang sebagaimana telah diumumkan sebelumnya. 

"Ke depan, FOLK akan melanjutkan pendekatan investasi yang disiplin, selektif, dan terukur, dengan fokus pada optimalisasi portofolio investasi dan alokasi modal, pengelolaan likuiditas yang prudent, serta akselerasi kinerja entitas anak," tandas Danny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×