kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Pertamina Geothermal (PGEO) Kaji Pasok Listrik Panas Bumi Langsung ke Data Center


Kamis, 05 November 2026 / 06:10 WIB
Pertamina Geothermal (PGEO) Kaji Pasok Listrik Panas Bumi Langsung ke Data Center
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) (Dok/PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO))


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) atau PGE tengah menjajaki ekspansi bisnis data center melalui pemenuhan pasokan listrik berbasis panas bumi untuk industri pusat data.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah kajian dan persiapan dari sisi perizinan sebelum mengeksekusi proyek. 

"Untuk green data center, proses masih berjalan. Tapi tentu, eksekusi proyek baru bisa setelah ada regulasi yang kami perlu penuhi," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Edwil, saat ini perusahaan tengah melakukan revisi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai syarat memasok listrik untuk masuk ke bisnis elektrifikasi data center. 

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Siapkan Listrik Panas Bumi untuk Green Data Center

"Untuk memenuhi kebutuhan data center, dibutuhkan izin AMDAL yang beda dengan yang hari ini kami gunakan," jelasnya.

PGEO berharap proses revisi AMDAL dan kajian tersebut dapat rampung pada akhir 2026 atau kuartal I-2027. Dengan begitu, perusahaan dapat melanjutkan rencana pengembangan ke tahap berikutnya.

Selain itu, Edwil membeberkan PGEO juga mengkaji dampak penyaluran listrik langsung ke data center terhadap pasokan listrik perusahaan kepada PT PLN (Persero).

"Perusahaan juga sedang melakukan kajian apabila PGEO langsung memproduksi listrik buat data center, apakah mengganggu suplai listrik kami ke PLN. Jadi paralel, dua kajian ini sedang kami lakukan," kata Edwil.

PGEO berharap proses revisi AMDAL hingga kajian itu dapat selesai pada akhir 2026 atau selambat-lambatnya kuartal pertama 2027. Baru setelah itu, perusahaan bisa melanjutkan proses pengembangan proyek ke tahap berikutnya.

Baca Juga: Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Masih Bearish, Simak Prospek dan Rekomendasinya

Edwil turut menyoroti PGEO mulai menjajaki calon pembeli atawa offtaker untuk proyek anyar ini. Ia bilang, perusahaan masih melakukan diskusi secara intensif dengan sejumlah pemain pusat data.

"Paling utama lagi adalah off taker. Alhamdulillah untuk data center hari ini PGEO sedang berdiskusi intens dengan data center player untuk menjadi offtaker nantinya kalau data center ini kita kembangkan," bebernya.

Ia menekankan, dalam proyek ini PGEO berperan sebagai pemasok elektrifikasi secara langsung (direct) untuk data center.

Perusahaan berharap proyek ini menjadi salah satu pionir listrik berbasis energi terbarukan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan data center di Indonesia.

Baca Juga: Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026

"Jadi hari ini sebuah data center yang langsung disuplai energinya dari renewable energy itu belum ada di Indonesia. Harapannya kalau nanti terealisasi, itu adalah data center berbasis geothermal dan direct dari energi hijau pertama di Indonesia," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×