Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja pada Semester I 2026, ditopang oleh pemulihan permintaan semen domestik dan peningkatan volume penjualan.
Penguatan kinerja tersebut tercermin dari laba usaha perseroan yang mencapai Rp271,9 miliar pada Semester I 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 69% dibandingkan laba usaha pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp161 miliar.
Pertumbuhan laba usaha sejalan dengan peningkatan pendapatan CMNT. Hingga Semester I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,58 triliun, tumbuh 12,8% dibandingkan dengan Rp4,07 triliun pada Semester I 2025.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh membaiknya permintaan semen di pasar domestik. Industri semen nasional mencatatkan pertumbuhan sekitar 10% pada Semester I 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Harga Energi Naik, Biaya Produksi Produsen Semen Tertekan pada 2026
Finance Director PT Cemindo Gemilang Tbk Ameesh Anand mengatakan, pertumbuhan permintaan tersebut mendukung peningkatan volume penjualan perseroan. Sementara itu, harga jual juga mengalami peningkatan secara moderat.
“Peningkatan volume dan harga jual tersebut turut membantu mengimbangi sebagian tekanan biaya yang dihadapi industri,” ujar Ameesh kepada KONTAN, Rabu (2/9).
Perkuat Efisiensi Operasional
Di tengah tekanan biaya yang masih dihadapi industri semen, CMNT juga terus memperkuat efisiensi operasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan utilisasi armada internal melalui anak usaha perseroan yang bergerak di bidang pelayaran.
Pemanfaatan armada internal tersebut membantu perseroan mengurangi ketergantungan terhadap vendor eksternal. Selain itu, strategi ini dinilai dapat meningkatkan keandalan rantai distribusi dan mendukung efisiensi logistik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya CMNT untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga efisiensi operasional di tengah perkembangan industri semen nasional.
“Peningkatan utilisasi armada internal Perseroan melalui anak usaha di bidang pelayaran telah mengurangi ketergantungan terhadap vendor eksternal serta meningkatkan keandalan operasional logistik,” ujar Ameesh.
Optimalkan Pasar Ekspor
Selain mengandalkan pasar domestik, CMNT juga memanfaatkan fleksibilitas dalam mengalokasikan produk untuk pasar domestik maupun ekspor. Salah satu peluang yang dimanfaatkan perseroan adalah ekspor klinker.
Harga klinker global yang relatif menguntungkan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung optimalisasi pasar ekspor. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS yang kuat juga memberikan peluang bagi CMNT untuk meningkatkan kontribusi penjualan dari pasar internasional.
Dengan fleksibilitas tersebut, perseroan dapat menyesuaikan alokasi produk berdasarkan kondisi permintaan dan peluang pasar yang tersedia.
Sebelumnya, CMNT menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, disiplin dalam alokasi modal, serta penerapan strategi komersial yang adaptif.
Berbagai strategi tersebut menjadi fokus perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026, sekaligus mempertahankan kinerja di tengah dinamika industri semen dan perubahan kondisi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














