kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.699   14,00   0,08%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Chitose bidik pertumbuhan pendapatan 5%


Kamis, 05 Oktober 2017 / 05:10 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - PT Chitose International Tbk (CINT) tahun ini baru saja merambah ke proyek berbahan dasar kayu (wooden project). Melalui pengembangan proyek ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan 5% sampai akhir tahun.

Sekretaris Perusahaan CINT Helina Widayani mengatakan, hingga September tahun ini, penggunaan belanja modal sudah terserap hampir 85%. Adapun alokasi capex tahun ini dihimpun dari penyelesaian dana penjualan saham perdana (IPO) dan anggaran capex 2017.

Dia merinci, penggunaan dana capex tersebut salah satunya untuk pengembangan produk baru. Seperti diketahui, tahun ini CINT baru saja mengembangkan proyek berbasis kayu untuk pasar apartemen, hotel, wood furniture, dan shop display. Nilai investasi untuk pengembangan proyek tersebut mencapai sekitar Rp 5,5 miliar.

Sebagai gambaran, Chitose memiliki beberapa lini bisnis, di antaranya penjualan regular ke distributor dengan porsi 75% dari total pendapatan, diikuti oleh bisnis ekspor dengan porsi 8%, ritel 2%, dan proyek 5%.

Adapun, penjualan produk ke distributor terbagi menjadi dua, yakni ke agen dan end user dengan porsi masing-masing 70% dan 30%. "Penjualan ke end user ini termasuk ke pemerintah melalui ekatalog," kata Helina kepada KONTAN, Rabu (4/10).

Selain pengembangan produk baru, alokasi capex tersebut juga digunakan untuk rehabilitasi proyek serta pembangunan flagshipshop di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Helina menambahkan, kinerja CINT untuk kuartal III cukup bagus. "Ada kenaikan permintaan pelanggan yang berpengaruh pada topline kita (omset)," imbuhnya. Dia menyebut, kenaikan tersebut di atas 45% dibanding omzet rata-rata semester I/2017.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×