Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan kebutuhan visual anak dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan yang semakin dinamis. Paparan layar digital sejak usia dini hingga meningkatnya aktivitas visual harian membuat kebutuhan layanan pemeriksaan mata anak kini memerlukan pendekatan yang lebih spesifik dan adaptif.
Melihat kondisi tersebut, peningkatan kompetensi tenaga profesional menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan layanan pediatric vision care yang optimal dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Maka, Optik Tunggal menggelar program pelatihan pediatric vision care. Program ini melibatkan sekitar 40 optometris dari berbagai store Optik Tunggal di Indonesia dalam upaya meningkatkan kompetensi pemeriksaan visual anak secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Optik Tunggal menghadirkan Dr. Scarlett Cacayuran Salva, O.D dari Centro Escolar University, Manila, Philippines sebagai Pediatric Optometrist dan Expert Advisor untuk memberikan knowledge transfer serta pelatihan terkait pediatric vision screening.
Pelatihan ini berfokus pada berbagai aspek pediatric vision care. Mulai pediatric handling, komunikasi dengan anak, pendekatan pemeriksaan visual anak, hingga awareness terhadap perkembangan kondisi visual pada anak di era digital.
Selain kemampuan teknis pemeriksaan, peserta pelatihan mendapatkan pendekatan mengenai psychological safety dalam pemeriksaan anak. Termasuk bagaimana membantu anak merasa lebih nyaman dan kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.
Doli Rosmiaty, Direktur Operasional Retail Optik Tunggal mengatakan, pemeriksaan mata anak tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama seperti pemeriksaan dewasa. Anak membutuhkan pendekatan komunikasi, observasi, dan metode pemeriksaan yang lebih adaptif sesuai tahap perkembangan mereka.
Peningkatan kompetensi optometris menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kualitas layanan pediatric vision yang lebih optimal.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan tim optometris kami memiliki pemahaman dan kemampuan yang semakin baik dalam memberikan pengalaman pemeriksaan yang nyaman sekaligus tepat bagi anak,” ujar Doli Rosmiaty, dalam keterangannya, Senin (18/5).
Baca Juga: APSyFI: Bunga Kredit 6% Jadi Stimulus Peremajaan Mesin Industri
Penguatan kompetensi tim menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan layanan mata anak yang terus berkembang. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan pengembangan kemampuan sumber daya manusia di dalam perusahaan.
“Pengembangan kompetensi tim akan terus menjadi fokus kami agar kualitas layanan yang diberikan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,” tambah Doli Rosmiaty.
Program pelatihan ini juga menjadi bagian dari pengembangan ecosystem pediatric vision care Optik Tunggal melalui konsep Next Generation. Ini adalah store khusus anak yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pemeriksaan mata yang lebih nyaman dan ramah anak serta menjadi optik khusus anak pertama di Asia Tenggara.
Dalam sesi pelatihan, para optometris juga mendapatkan pembekalan mengenai child-friendly approach, penggunaan metode pemeriksaan yang sesuai usia anak. Hingga observasi visual yang lebih menyeluruh terhadap perkembangan visual anak.
Anak-anak memiliki respons yang berbeda saat menjalani pemeriksaan mata. Optometris membutuhkan kesabaran, kemampuan observasi, serta pendekatan komunikasi yang dapat membuat anak merasa aman dan terlibat selama proses pemeriksaan.
"Pengalaman pemeriksaan yang positif juga dapat membantu meningkatkan akurasi evaluasi penglihatan pada anak,” jelas Scarlet Cacayuran Salva dari Centro Escolar University, Manila, yang jugapPediatric Optometrist dan Expert Advisor .
Melalui pelatihan ini, Optik Tunggal berharap para optometris dapat semakin memahami pentingnya pendekatan yang lebih empatik dan adaptif dalam pemeriksaan visual anak.
Bagi Optik Tunggal, investasi terhadap kualitas tim bukan hanya tentang peningkatan kemampuan profesional, tetapi juga tentang membangun kualitas layanan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












