kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Akan Akuisisi Lahan Baru di Sumatera Selatan


Kamis, 19 Januari 2023 / 21:00 WIB
Cisadane Sawit Raya (CSRA) Akan Akuisisi Lahan Baru di Sumatera Selatan


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) semakin mematangkan ekspansi mengakuisisi lahan baru di Sumatera Selatan. Di 2023, emiten sawit ini menyiapkan belanja modal Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar di mana 60% di antaranya dialokasikan untuk mendanai rencana akuisisi ini. 

Sekretaris Perusahaan CSRA, Iqbal Prastowo menyampaikan pada tahap awal, sudah ada lahan yang berpotensi untuk diakuisisi di Sumatera Selatan. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah lokasi lahan tersebut strategis dan berjarak dekat dengan daerah operasional CSRA saat ini. Sehingga memudahkan dalam pengawasan dan pengembangannya. 

“Proses akuisisi lahan baru ini targetnya akan rampung pada kuartal I 2023 ini, namun tentunya belum akan berkontribusi dalam kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) maupun minyak sawit mentah (CPO) tahun ini,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (19/1). 

Iqbal menjelaskan, pihaknya berencana mengembangkan daerah operasional di Sumatera Selatan agar ke depannya dapat setara dengan produksi dari daerah operasional Sumatera Utara. 

Baca Juga: Supra Boga Lestari (RANC) Optimistis Menatap Prospek Bisnis Tahun Ini

Saat ini CSRA memiliki dua pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumatera Utara. Nah, ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk membangun PKS di Sumatera Selatan. 

“Untuk itu, penambahan areal di Sumatera Selatan menjadi fokus perhatian kami tahun ini,” terangnya. 

Di sepanjang 2023, CSRA membidik kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 20% dan minyak sawit mentah atau CPO tumbuh hingga lebih dari 50% dibandingkan tahun lalu. 

Kenaikan produksi ini sehubungan dengan beroperasinya pabrik baru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Iqbal mengungkapkan PKS anyar ini rencananya akan commissioning di bulan Maret 2023. 

“Progres saat ini untuk pekerjaan sipil sudah hampir rampung dan untuk mekanikal sudah di atas 70%,” ujarnya. 

Jika sudah beroperasi, PKS Tapanuli Selatan bakal memberi tambahan kapasitas sebesar 45 ton per jam. 

Baca Juga: Summarecon Agung (SMRA) Catatkan Marketing Sales Rp 4,9 Triliun Sepanjang Tahun 2022

Dengan kenaikan produksi yang diproyeksikan hingga lebih dari 50%, maka produksi CPO CSRA berpotensi mencapai di atas 60.000 ton. Hitung-hitungan kasar ini berdasarkan pada proyeksi produksi CPO CSRA sepanjang tahun 2022 yang diperkirakan mencapai kurang lebih 40.000 ton.

Menurut Iqbal, CSRA optimistis bahwa harga CPO masih akan berada di atas harga keekonomiannya meski ada kondisi ketidakpastian makroekonomi, geopolitik dan isu resesi. Asumsi CSRA, harga CPO tahun ini akan cukup stabil walaupun tidak setinggi harga CPO saat mencapai  puncaknya pada  kuartal pertama 2022 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×