kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Andalkan Tiga Pabrik Sawit guna Kejar Target Produksi 2026


Senin, 12 Oktober 2026 / 19:14 WIB
Cisadane Sawit Raya (CSRA) Andalkan Tiga Pabrik Sawit guna Kejar Target Produksi 2026
ILUSTRASI. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), mempertahankan target produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 136.003 ton hingga akhir 2026. 

VP Corporate Secretary CSRA, Iqbal Prastowo mengatakan, realisasi produksi hingga kuartal III-2026 masih dalam proses penyusunan. Meski begitu, pencapaian produksi sejauh ini disebut masih sesuai dengan target perusahaan.

“Hingga saat ini, tingkat produksi perusahaan masih sesuai dengan target perusahaan, kendati terdapat beberapa tantangan di kebun terkait kondisi cuaca," ujar Iqbal, kepada Kontan.co.id, Senin (12/10/2026). 

Untuk diketahui, tahun ini adalah tahun pertama perusahaan beroperasi penuh dengan tiga pabrik kelapa sawit sepanjang tahun. Dengan demikian, CSRA optimistis capaian produksi CPO di tahun ini akan lebih besar dari tahun sebelumnya. 

Sebagai perbandingan, CSRA mencatatkan produksi CPO sebesar 103.901 ton sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 86,5% dibandingkan realisasi 2024 sebesar 55.700 ton.

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Kejar Target Pendapatan Rp 2 Triliun Sampai Akhir 2026

Peningkatan kapasitas pengolahan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan produksi perusahaan di tahun ini.

Untuk menjaga kinerja produksi pada sisa tahun ini, perseroan akan mengoptimalkan utilisasi ketiga PKS. Strategi tersebut didukung peningkatan pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak eksternal untuk menjaga pasokan bahan baku pengolahan.

"Dalam jangka pendek, fokus perseroan adalah optimalisasi utilitas tiga PKS, didukung peningkatan pembelian TBS dari pihak eksternal," kata Iqbal.

Di sisi lain, kondisi cuaca masih menjadi faktor yang perlu dicermati. Perusahaan mencatat, dampak El Nino sudah mulai dirasakan di kebun-kebun CSRA di wilayah Sumatera Selatan, sementara curah hujan di kebun-kebun wilayah Sumatera Utara masih relatif tinggi.

Baca Juga: Cisadane Sawit (CSRA) Siapkan Mitigasi El Nino, Antisipasi Efek ke Produksi pada 2027

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ke depan, CSRA berfokus pada pengelolaan air melalui pemeliharaan parit, pengaturan pintu air, dan pemanfaatan embung air di lokasi yang membutuhkan.

Cisadane juga belum berencana membangun atau menambah PKS baru. Fokus manajemen saat ini adalah memaksimalkan fasilitas pengolahan yang tersedia sekaligus mengembangkan cadangan lahan di Sumatera Selatan.

Sebelumnya, CSRA membidik penjualan sebesar Rp 2 triliun sepanjang 2026. Target tersebut ditopang peningkatan volume produksi dan harga jual rata-rata CPO yang lebih tinggi.

Pada semester I-2026, pendapatan CSRA tercatat Rp 1,23 triliun, naik 65,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 745,01 miliar. Namun, laba bersih perseroan turun 7,3% secara tahunan menjadi Rp 131,64 miliar. 

Baca Juga: Cisadane Sawit (CSRA) Yakin Prospek Industri Sawit, Meski Tertekan Beban Operasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×