kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan PKS Tapanuli Selatan Beroperasi Juli 2023


Rabu, 03 Mei 2023 / 21:25 WIB
Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan PKS Tapanuli Selatan Beroperasi Juli 2023
ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Tapanuli Selatan. Pihaknya menargetkan PKS anyar ini akan mulai beroperasi pada bulan Juli mendatang.

Untuk diketahui, pada mulanya PKS Tapanuli Selatan dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2023. Namun demikian, karena ada kendala teknis pengoperasian PKS tersebut mesti mundur ke bulan Juli.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA Seman Sendjaja mengungkapkan, pihaknya telah membentuk cadangan modal yang cukup guna mendukung pengembangan strategis yang sedang berjalan.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Cisadane Sawit Raya (CSRA) Menurun pada Kuartal I 2023

"Dengan tetap mengantisipasi adanya goncangan dalam jangka pendek, fundamental CSRA tetap kokoh menyokong pertumbuhan bisnis nya dengan mempercepat penyelesaian pembangunan PKS di Tapanuli Selatan," ungkap Seman, dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Rabu (3/5).

Seman menyebutkan, untuk mendukung percepatan pembangunan pabrik, pihaknya melakukan penambahan jumlah pekerja ahli yang dikirim ke lokasi proyek untuk mengatasi permasalahan yang ada guna mempercepat pembangunan PKS.

Pembangunan PKS di Tapanuli Selatan telah mencapai 85% dan ditargetkan beroperasi pada awal semester kedua tahun 2023.

Selain pembangunan PKS di Tapanuli Selatan sebagai strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis secara organik, CSRA juga melakukan penanaman landbank di region Sumatera Selatan.

"Ke depan, kami akan fokus pada pengembangan bisnis yang berkelanjutan dan mengimplementasikan praktik agronomi terbaik di seluruh wilayah operasional kami”terbaik di seluruh wilayah operasional kami," tandasnya.

Sekadar informasi, membukukan penurunan pendapatan 27,7% year on year (YoY) menjadi Rp 184,15 miliar hingga akhir Maret lalu.

Sehingga berdampak penurunan pada laba bersih di kuartal pertama 2023 yang turun menjadi Rp23,56 miliar, atau melemah 77,2% secara YoY dengan marjin bersih sebesar 12,8%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×