kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Cuaca hujan ancam distribusi CPO


Selasa, 03 Januari 2012 / 15:07 WIB
ILUSTRASI. Attack on Titan Season 4 tayang lebih awal di iQIYI, episode 7 kini sudah tersedia


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Cuaca hujan diperkirakan akan menganggu proses distribusi crude palm oil (CPO) pada tahun 2012. Hal tersebut disampaikan oleh Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

Dalam wawancaranya dengan KONTAN, Fadhil menjelaskan, selain gangguan distribusi, cuaca hujan juga bisa mempengaruhi produksi dan harga jual CPO tahun ini. "Seberapa besar pengaruhnya, saya belum bisa ketahui," terang Fadhil, hari ini (3/1).

Menurut Fadhil, gangguan cuaca akan terjadi sampai dengan bulan Februari nanti. Ia memastikan, cuaca tersebut akan menganggu pasokan CPO apalagi jika curah hujan tersebut membuat banjir di areal perkebunan sawit atau di areal distribusi.

Tren harga naik

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono menambahkan, gangguan produksi CPO sudah lebih duluan sudah terjadi di Malaysia dan Amerika Latin sejak akhir tahun 2011 lalu. Kondisi itu tersebut membuat CPO dari Indonesia bisa mengambil ceruk pasar. "Tren harga CPO juga akan naik," jelas Joko.

Joko memperkirakan, harga CPO untuk kuartal 1 tahun 2012 ini dimungkinkan berada di level harga rata-rata US$ 1.000 per ton, bahkan bisa mencapai US$ 1.100 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×