kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   0,00   0,00%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Argentina kekeringan, harga CPO beranjak naik


Selasa, 03 Januari 2012 / 11:44 WIB
ILUSTRASI. Sepanjang Januari-Desember 2020, Honda CR-V berhasil mempertahankan kursi tertinggi di segmen medium SUV nasional. KONTAN/Muradi/2017/07/10


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Harga crude palm oil (CPO) naik ke tingkat tertinggi dalam enam minggu belakangan. Kenaikan harga terjadi karena ada kekhawatiran kerusakan tanaman kedelai akibat cuaca panas yang melanda Argentina. Sebagaimana diketahui, minyak dari tanaman kedelai merupakan kompetitor dari CPO dalam pasar minyak nabati dunia.

Dalam kontrak pengiriman Maret, harga CPO sudah naik 1,8% menjadi 3.231 ringgit sekitar US$ 1.025 per metrik ton, di Malaysia Derivatives Exchange. Ini merupakan harga tertinggi semenjak 21 November 2012.

Selain kekeringan di Argentina, kenaikan harga CPO terjadi karena ada prediksi kenaikan permintaan minyak nabati dari China. Sementara produksi minyak kedelai dikhawatirkan masih terganggu karena kekeringan di Argentina masih akan terjadi sampai 10 hari kedepan. "Kondisi cuaca Amerika Selatan menyebabkan harga kedelai bergerak naik," kata Ivy Ng, seorang analis di CIMB Group Holdings Bhd, melalui telepon dari Kuala Lumpur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×