kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.679   35,74   0,63%
  • KOMPAS100 733   5,57   0,77%
  • LQ45 557   4,21   0,76%
  • ISSI 198   1,08   0,55%
  • IDX30 316   1,61   0,51%
  • IDXHIDIV20 389   -0,24   -0,06%
  • IDX80 83   0,60   0,73%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,23   0,23%

Cukai plastik bakal picu impor plastik yang tinggi


Selasa, 10 April 2018 / 11:12 WIB
ILUSTRASI. Minuman Kemasan Botol Plastik di Indomaret


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengatakan bahwa keberadaan cukai plastik yang memberatkan industri dalam negeri bakal memicu pertumbuhan impor plastik di Indonesia.

"Sebab ini berbarengan dengan peraturan post border impor, dengan post tarif tersebut tentu produk impor gampang masuk," ujar Fajar kepada Kontan.co.id, Selasa (10/4). 

Harga impor yang cenderung murah, kemungkinan bakal menggerus industri dalam negeri.

"Industri dalam negeri bisa down, padahal permintaan sedang tinggi-tingginya, maka permintaan tersebut berpeluang diisi oleh produk impor," urai Fajar. 

Ia menambahkan, jika permintaan diisi oleh produk impor maka daya beli dapat menurun dan inflasi bakal muncul.

Adapun konsumsi akan produk hulu plastik dalam negeri tiap tahunnya mencapai 5 juta ton. "Juga setiap industri tumbuh 1% itu menyebabkan PDB naik 1,5%, kalau industri turun tentu PDB juga ikut turun," ungkap Fajar.

Fajar mengaku pihaknya masih terus menyuarakan dan memberikan masukan terhadap hal ini. Cukai dipandang bukan cara yang baik dan tidak pro industri. "Regulasi itu ya seharusnya pro industri dan pro pertumbuhan ekonomi," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×