kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dalam seminggu, harga tembaga merosot 2,1%


Senin, 29 November 2010 / 07:38 WIB
ILUSTRASI. Ahmad Mohamad, Managing Director DHL Express Indonesia


Reporter: Rizki Caturini, Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

MOSKOW. Kejatuhan harga tembaga terus berlanjut setelah muncul kekhawatiran penurunan permintaan logam dari China, konsumen logam terbesar di dunia. Kejatuhan harga logam ini merupakan yang ketiga kalinya dalam seminggu terakhir. Fluktuasi harga tembaga ini dipicu dari aksi China untuk membatasi spekulasi di pasar komoditas dan menjaga inflasi negara tersebut.

Tingkat suku bunga di China mengalami kenaikan tertinggi hampir dalam dua bulan, sebagai respon kebijakan Pemerintah China untuk menaikkan bunga pinjaman. Shanghai Futures Exchange akan meningkatkan margin untuk beberapa komoditas logam seperti emas, tembaga dan alumunium setelah penutupan pasar 29 November 2010 mendatang.

Laporan Comerzbank menyebutkan, selain kekhawatiran tentang kemungkinan pengetatan moneter di China, faktor utama lainnya adalah meningkatnya keengganan risiko, penguatan dollar AS dan kenaikan margin pada Shanghai Future Equity.

Harga tembaga melorot 0,1% pada kontrak pengiriman Maret menjadi US$ 3,76 per pon pada pukul 13:23 waktu setempat di pasar Comex New York. Harga tembaga telah turun 2,1% dalam seminggu, setelah melemah 2,7% dalam dua minggu sebelumnya.

"Tembaga kemungkinan akan diperdagangkan di kisaran harga US$ 3,70 pada akhir tahun, sebagai respon dari rencana peningkatan margin komoditas China," kata Phil Streible, senior strategist Lind-Waldock, pialang di Chicago.

Tembaga untuk pengiriman tiga bulan anjlok 1,2% menjadi US$ 8,24 per ton di pasar London Metal Exchange. Seng,timah, timbal, alumunium dan nikel juga anjlok di pasar London Metal Exchange.

Rizki Caturini, Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×