Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia mendorong kolaborasi di sektor perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Salah satu dukungan datang dari PT Semen Indonesia Tbk (SIG) melalui Bata Interlock Presisi (BIP), yang diklaim dapat menekan biaya pembangunan rumah hingga sekitar 30%.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, pengembangan ekosistem perumahan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengembang, lembaga pembiayaan hingga industri pendukung.
Menurut dia, kolaborasi tersebut penting agar pembangunan hunian dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. "Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau," kata Rosan dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: Danantara Gelar Pameran Properti, Tawarkan KPR Bunga 2,75% dan DP 1%
Danantara Housing Expo 2026 menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan pelaku industri perumahan sekaligus memperkenalkan berbagai solusi yang dapat mendukung pembangunan hunian.
Dalam ajang tersebut, SIG menampilkan rumah tapak yang menggunakan BIP sebagai salah satu inovasi material konstruksi.
SIG menghitung penggunaan BIP pada rumah tipe 36 dapat menekan biaya pembangunan hingga sekitar 30% dibandingkan metode konvensional. Efisiensi tersebut antara lain berasal dari proses konstruksi yang lebih sederhana dan potensi penghematan biaya tenaga kerja.
Selain biaya, penggunaan BIP juga diklaim dapat mempercepat pembangunan. SIG memperkirakan rumah tipe 36 dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 21–30 hari, atau sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menambahkan bahwa BIP dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi yang cepat dan efisien dengan tetap memperhatikan ketahanan struktur.
“BIP kami kembangkan untuk konstruksi yang cepat, efisien, sekaligus memiliki ketahanan struktur yang baik,” ujar Dicky.
Baca Juga: Sinergi Danantara, NeutraDC gandeng PLN Siapkan Ekspansi Hyperscale Data Center
BIP menggunakan sistem pin dan lock pada bagian samping serta atas bata sehingga setiap elemen dapat saling mengunci. Sistem tersebut membuat proses pemasangan lebih sederhana dan presisi dibandingkan metode konvensional.
Dari sisi spesifikasi, BIP memiliki dimensi 25 cm × 12,5 cm × 10 cm dengan pengendalian toleransi hingga 1 milimeter. Tingkat presisi tersebut membuat penyusunan bata lebih mudah sekaligus menghasilkan permukaan dinding yang lebih rapi.
Teknologi ini juga ditujukan untuk kebutuhan pembangunan di wilayah rawan gempa. Sistem interlocking membuat antarbata saling terikat, sementara elemen tertentu dapat digunakan sebagai ring balok dan kolom praktis dengan penggunaan tulangan dan mortar setiap 80–120 cm.
BIP memiliki kuat tekan minimal 70 kg/cm². SIG juga menyebut produk tersebut telah melalui Uji Siklik Dinding Bata Interlock dan Modular 2D dari PUSKIM sesuai SNI 1726-2012 untuk Rumah PIB serta memperoleh sertifikat Kliring Teknologi Rumah Bata Interlock dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.
Bagi Danantara, kehadiran industri material konstruksi dalam ekosistem perumahan menjadi bagian penting untuk mendukung penyediaan rumah yang tidak hanya terjangkau dari sisi harga, tetapi juga memenuhi aspek kelayakan dan keamanan.
Baca Juga: Danantara Siapkan Skema DP 0% untuk Dongkrak Minat Motor Listrik Nasional
Dengan kebutuhan pembangunan hunian yang besar, inovasi yang dapat menekan biaya dan mempercepat pengerjaan berpotensi menjadi salah satu pengungkit efisiensi dalam rantai industri perumahan.
Di sisi lain, bagi SIG, kebutuhan tersebut membuka ruang untuk memperluas pemanfaatan solusi bahan bangunan di pasar hunian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














