kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.483   80,68   1,26%
  • KOMPAS100 837   7,57   0,91%
  • LQ45 637   4,58   0,72%
  • ISSI 228   5,22   2,34%
  • IDX30 356   2,33   0,66%
  • IDXHIDIV20 433   2,50   0,58%
  • IDX80 96   0,77   0,82%
  • IDXV30 120   1,00   0,84%
  • IDXQ30 113   0,83   0,74%

Data pribadi bocor, sebagian karena keinginan masyarakat sendiri, kok bisa?


Jumat, 05 Juni 2020 / 07:10 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar kebocoran data masyarakat Indonesia acapkali terdengar. Dan seolah menjadi "new normal". Padahal pemerintah bilang, data adalah ibarat minyak. Tapi kenyataannya, sebagian data masyarakat tersebat. 

Di sisi lain, tersebarnya data masyarakat sejatinya bukan melulu faktor serangan hacker atau siber. Bisa jadi, penyebabnya adalah masyarakat sendiri. Hasil survei perusahaan keamanan siber global Kaspersky, mengungkapkan, 40% konsumen dari Asia Pasifik menghadapi insiden kebocoran informasi pribadi yang diakses oleh orang lain tanpa persetujuan.

Kaspersky Global Privacy Report 2020 adalah studi mengenai sikap konsumen terhadap privasi online. Survei ini lembaga penelitian independen Toluna antara Januari dan Februari 2020. Sebanyak 15.002 konsumen disurvei di 23 negara. Sebanyak 3.012 dari Asia Pasifik.

Nah hasil penelitian menemukan menemukan, seperlima pengguna sukarela membagikan privasi mereka.Kok bisa?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×