kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dekarindo minta pemerintah fokus atasi penyakit gugur daun


Kamis, 02 Agustus 2018 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Petani menyadap getah karet


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) meminta agar Kementerian Pertanian (Kemtan) fokus mengatasi penyakit gugur daun. Pasalnya, bila tak ditangani, penyakit ini bisa menurunkan produksi karet nasional hingga 50%.

Ketua Umum Dekarindo Azis Pane mengatakan, penyakit yang disebabkan oleh jamur fusicoccum ini dapat menyebar ke pohon karet lainnya.

"Karena itu, kami minta Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor (BPTK) bekerja sama dengan IPB untuk mencari jalan kelur secepatnya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (2/8).

Azis menambahkan, produksi karet pada tahun ini diperkirakan masih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, produksi karet diperkirakan mencapai 3,77 juta ton sementara tahun sebelumnya produksi karet hanya sekitar 3,5 juta ton.

Produksi karet ini berasal dari produksi perkebunan rakyat sebesar 3,1 juta ton, produksi perkebunan negara yang diperkirakan 258.000 ton, dan dari perkebunan swasta sebesar 410.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×