kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Demam Pokemon Go gairahkan bisnis developer game


Senin, 25 Juli 2016 / 17:55 WIB


Reporter: Dian Sari Pertiwi | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Beberapa minggu belakangan ini, permainan berbasis teknologi augmented reality (AR) atau realitas tertambah semakin populer. Hal ini turut menggairahkan bisnis teknologi AR yang sebenarnya sudah mulai dipasarkan sejak 2010 silam.

Salah satu developer yang ikut kecipratan demam Pokemon Go adalah Anantarupa Studio. "Biasanya seminggu ada satu sampai dua panggilan telepon yang tanya tentang produk. Sejak ada Pokemon Go, seminggu bisa lebih dari lima telepon masuk tanya tentang produk AR," ujar Ivan Chen, pendiri Anantarupa Studio, Senin (25/7).

Ivan bilang, popularitas teknologi AR dimanfaatkan sejumlah perusahaan untuk program promosi dan marketing produknya. Anantarupa Studio beberapa bulan lalu sempat menggarap satu aplikasi permainan berbasis AR untuk kliennya yang bergerak di industri makanan. "Sebenarnya, menggunakan teknologi AR biayanya relatif lebih murah dengan hasil yang bagus daripada harus pasang iklan di televisi," kata Ivan.

Dia menambahkan, iklan di televisi hanya bisa meningkatkan brand awareness, namun belum tentu meningkatkan penjualan. Ivan mengklaim, dengan menggunakan aplikasi buatannya, penjualan produk sang klien bertumbuh empat kali lipat. Biaya pembuatan aplikasi berbasis AR bervariasi, tergantung fitur dan animasi yang disematkan di dalamnya. Semakin rumit semakin mahal. Umumnya aplikasi paling sederhana dibanderol mulai dari Rp 150 jutaan.

Ivan menyebut, Anantarupa Studio saban tahun bisa menggarap 10 hingga 12 proyek berbasis teknologi AR. Tahun ini, dia bilang permintaan pembuatan teknologi AR bertumbuh 10 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Ivan berharap dengan adanya demam Pokemon Go ini semakin menggairahkan industri pengembang aplikasi lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×