kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.975   48,00   0,27%
  • IDX 5.816   -127,17   -2,14%
  • KOMPAS100 753   -17,30   -2,25%
  • LQ45 585   -10,04   -1,69%
  • ISSI 199   -6,02   -2,93%
  • IDX30 326   -5,16   -1,56%
  • IDXHIDIV20 420   -4,50   -1,06%
  • IDX80 86   -1,90   -2,16%
  • IDXV30 115   -1,47   -1,26%
  • IDXQ30 107   -1,28   -1,18%

DEN Ungkap 3 Tantangan Dirut Baru PLN, dari Pasokan Listrik hingga EBT


Kamis, 15 Oktober 2026 / 12:07 WIB
DEN Ungkap 3 Tantangan Dirut Baru PLN, dari Pasokan Listrik hingga EBT
ILUSTRASI. DEN menyoroti tantangan Dirut baru PLN, mulai dari keandalan pasokan listrik, cadangan daya, mitigasi iklim hingga pengembangan energi terbarukan (Dok/PLN)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembenahan keandalan pasokan listrik nasional menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diprioritaskan Suroso Isnandar setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Darmawan Prasodjo.

Dewan Energi Nasional (DEN) menilai, kepemimpinan baru PLN perlu memastikan pasokan listrik tetap andal untuk memenuhi kebutuhan industri sekaligus mengawal pengembangan energi terbarukan.

Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) sekaligus Anggota DEN, Saleh Abdurrahman, menyambut positif penunjukan Suroso yang berasal dari internal PLN. Menurutnya, pengalaman berkarier di berbagai posisi di perusahaan dapat menjadi modal untuk menjalankan agenda strategis ketenagalistrikan nasional.

"Saya kira pak Suroso adalah pejabat karir yang sudah berpengalaman di berbagai posisi di PLN," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Targetkan Ekspor Mineral Nikel Tembus US$ 45 Miliar pada 2026

Meski demikian, Saleh menilai jajaran pimpinan baru PLN masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam memperbaiki tata kelola pasokan listrik dan mengantisipasi risiko gangguan operasional yang dapat berdampak pada sektor industri.

Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah perencanaan keseimbangan pasokan dan permintaan listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Perencanaan yang tepat diperlukan untuk menjaga kecukupan pasokan sekaligus memastikan reserve margin atau cadangan daya berada pada tingkat aman.

"PLN harus terus berbenah untuk memperbaiki keandalan pasokan listrik nasional, melakukan perencanaan supply demand dalam RUPTL dengan baik, dan juga menjaga reserve margin yang aman," ungkapnya.

Selain menjaga kecukupan pasokan, PLN juga perlu memperkuat mitigasi risiko perubahan iklim. Menurut Saleh, perubahan kondisi iklim berpotensi mengganggu infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari jaringan transmisi hingga fasilitas pembangkit.

Baca Juga: Pengembangan PLTN Perlu Diikuti Penguatan Industri dan Teknologi Nasional

Langkah mitigasi diperlukan agar gangguan pada infrastruktur tidak menghambat penyaluran listrik dan mengganggu aktivitas ekonomi, terutama di kawasan industri yang membutuhkan pasokan energi secara berkelanjutan.

Di sisi lain, percepatan pengembangan energi terbarukan juga menjadi agenda penting yang perlu dikawal oleh jajaran direksi baru PLN. Hal ini berkaitan dengan target pengembangan energi terbarukan sebesar 100 GWp yang menjadi salah satu fokus program pemerintah.

Saleh menegaskan, kebutuhan industri terhadap pasokan listrik yang mencukupi dan andal harus tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan ketenagalistrikan nasional.

"Kepentingan industri adalah pasokan listrik yang cukup dan andal. Ini yang harus dipenuhi oleh PLN," pungkasnya.

Baca Juga: Samudera Indonesia Bangun Perahu Sekolah di Lombok Barat, Alokasikan Rp 1 Miliar

Sebelumnya, PLN melakukan pergantian Direktur Utama dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar. Perubahan pucuk pimpinan di perusahaan pelat merah tersebut dikonfirmasi oleh manajemen PLN.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, membenarkan pergantian posisi Direktur Utama PLN tersebut.

"Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso," ujarnya saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Rabu (14/10/2026).

Andi menjelaskan, Suroso yang ditunjuk sebagai Direktur Utama PLN masih merangkap jabatan sebelumnya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Perangkapan jabatan tersebut akan berlangsung hingga perusahaan menetapkan pengganti untuk posisi yang ditinggalkan Suroso.

"Sementara Pak Suroso sebagai Dirut masih merangkap jabatan lamanya. Sampai ada penggantinya," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×