Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan sistem kelistrikan Sumatra telah kembali normal setelah gangguan pada jaringan transmisi yang sempat menyebabkan pasokan listrik terganggu di sejumlah wilayah.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, proses pemulihan dilakukan secara intensif dengan pengawasan langsung di lapangan hingga seluruh sistem kembali stabil dan pelanggan terdampak memperoleh pasokan listrik secara bertahap.
"Saat ini sistem kelistrikan Sumatra sudah normal kembali. PLN terus melanjutkan proses penyalaan listrik hingga ke seluruh pelanggan," ujar Darmawan seperti dikutip dari Kompas.com.
PLN mencatat telah berhasil menyalurkan daya sebesar 5.579 megawatt (MW) ke 1.770 jaringan distribusi yang sebelumnya terdampak gangguan.
Menurut Darmawan, seluruh parameter operasional sistem kini berada dalam kondisi stabil sehingga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat tetap terjaga.
Baca Juga: Ibu Baru Wajib Tahu! 8 Kunci Sukses Kembali Bekerja Pasca Melahirkan agar Tidak Stres
Untuk memastikan proses penormalan berjalan optimal, Darmawan bersama jajaran direksi PLN turun langsung ke Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatra (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, serta meninjau operasional PLTU Tenayan pada Minggu (24/5).
Pemulihan sistem kelistrikan Sumatra tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi.
Menurutnya, pemulihan jaringan interkoneksi berskala besar memang tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mengutamakan stabilitas dan keamanan sistem.
"Yang dikejar bukan sekadar cepat menyala, tetapi memastikan sistem kembali normal secara aman dan andal," tegas Kholid.
Ia menjelaskan, dalam sistem interkoneksi seperti Sumatra, kestabilan frekuensi menjadi faktor krusial karena mencerminkan keseimbangan antara pasokan listrik dari pembangkit dan beban pelanggan.
Jika proses pemulihan dilakukan terlalu cepat tanpa sinkronisasi yang tepat, risiko gangguan lanjutan hingga blackout susulan bisa meningkat.
Baca Juga: Tren Motor Listrik Berlanjut di 2026, Edukasi dan Kredit Jadi Kunci
"Recovery yang terlalu agresif berisiko membuat frekuensi kembali turun dan memicu pembangkit lepas dari sistem. Itu yang harus dihindari," katanya.
Karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menjaga sinkronisasi antar pembangkit, baik dari sisi frekuensi, tegangan maupun sudut fasa.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan peralatan pembangkit dan transmisi sekaligus memastikan sistem kembali beroperasi secara aman.
Kholid menambahkan, tantangan pemulihan juga berasal dari pembangkit thermal seperti PLTU yang memerlukan waktu lebih panjang untuk kembali beroperasi.
Sebelum tersambung ke jaringan, pembangkit harus melalui tahapan teknis mulai dari pemanasan boiler, pembentukan tekanan uap, sinkronisasi frekuensi hingga stabilisasi beban.
Baca Juga: Beberapa Aset Sederhana Ini Jadi Kunci Jutawan Baru, Anda Bisa Jadi Orang Kaya lo
"PLTU memang tidak bisa serentak masuk kembali ke sistem. Ada tahapan teknis yang harus dijalankan agar unit pembangkit tetap aman saat sinkronisasi," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan PLN mengembalikan sistem kelistrikan Sumatra ke kondisi normal menunjukkan proses penanganan dilakukan secara hati-hati dan terukur.
"Dalam penanganan gangguan sistem interkoneksi, kehati-hatian dan tahapan recovery yang terukur menjadi faktor utama agar pemulihan berjalan stabil dan tidak memicu blackout susulan. Proses pemulihan yang dilakukan sudah cukup baik sehingga sistem bisa kembali normal dengan aman," pungkas Kholid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












