Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang kawasan industri, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berupaya menjaga pertumbuhan pada sisa tahun ini agar dapat mengejar target marketing sales (prapenjualan) sebesar Rp 120 miliar.
Direktur Utama PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk, Tjoea Aubintoro mengatakan, pada sisa tahun ini perusahaan terus mengembangkan Kawasan Industri Cikembar (KIC) untuk menjadi motor pertumbuhan baru bagi pihaknya.
"Cikembar didukung lokasi yang strategis, infrastruktur yang terus berkembang, serta potensi permintaan dari sektor manufaktur, logistik, dan pergudangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Di kuartal pertama, monetisasi lahan di KIC mulai menunjukkan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Kontribusi Cikembar yang memiliki profil margin tinggi turut mendorong profitabilitas secara signifikan.
Baca Juga: Pendapatan Cahayasakti Investindo (CSIS) Melonjak 263%, Kuartal I-2026
Pencapaian ini menandai mulai terlihatnya peran Cikembar sebagai motor pertumbuhan baru CSIS, melengkapi Sentul yang telah berkembang menjadi kawasan industri yang matang.
Untuk itu, CSIS akan mengoptimalkan dana rights issue sebesar Rp 198 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kawasan dan perluasan landbank di Cikembar.
Selain Cikembar yang mulai berkembang sebagai motor pertumbuhan baru, CSIS juga memiliki katalis jangka panjang melalui pengembangan Tenjojaya Sukabumi.
Kawasan ini akan dikembangkan dengan konsep integrated agricultural-based healing haven yang menggabungkan agrowisata, wellness, senior living, dan ekosistem berbasis alam.
Baca Juga: Cahayasakti Investindo (CSIS) Bidik Perolehan Marketing Sales Rp 120 Miliar pada 2026
Perusahaan meyakini konsep ini memiliki diferensiasi yang kuat di pasar dan berpotensi menciptakan sumber recurring revenue yang berkelanjutan.
Tjoea bilang, pihaknya mempersiapkan kawasan Tenjojaya sebagai visi jangka panjang perusahaan.
"Melalui konsep integrated agricultural-based healing haven, kami ingin menghadirkan kawasan yang menggabungkan pertanian modern, wellness, community living, dan pariwisata berbasis alam dalam sebuah ekosistem yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tandas Tjoea.
Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, pendapatan CSIS melonjak 263% secara tahunan atau year-on-year (yoy) ke Rp 38,4 miliar dari Rp 10,57 miliar pada kuartal I-2025.
Menengok bottom line, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh signifikan ke Rp 10,92 miliar dari Rp 193 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Cahayasakti (CSIS) Ekspansi Bisnis Melalui Anak Usaha Baru di Sektor Perumahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














