Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui rencana pendirian anak usaha baru yang bergerak di bidang perumahan, yakni PT Perumahan.
Perseroan mengatakan, pendirian anak usaha ini direncanakan dapat memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diperkirakan akan diselenggarakan pada awal kuartal II-2026.
Founder PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk Tjoea Aubintoro mengatakan, langkah ini dilakukan karena perseroan optimistis tahun 2026 merupakan momentum yang tepat bagi sektor properti, khususnya perumahan.
Baca Juga: Plaza Indonesia Realty (PLIN) Optimistis di Tahun 2026, Begini Targetnya
“Seiring dengan rezim suku bunga rendah yang telah berlangsung cukup lama dan diperkirakan masih akan berlanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Pendirian PT Perumahan merupakan bagian dari strategi CSIS dalam melakukan diversifikasi pendapatan dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan.
Tjoea memaparkan, CSIS mengembangkan anak usaha baru di sektor perumahan sebagai bagian dari ekosistem Technohome, sebuah konsep hunian knockdown dengan tingkat efisiensi tinggi.
“Melalui ekosistem ini, perseroan mengarahkan pengembangan hunian yang cepat dibangun, terjangkau, dan berkualitas, sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” terangnya.
Dalam tahap pengembangannya, anak usaha ini ditargetkan memiliki produksi hingga 150.000 unit rumah per tahun. Saat ini, tersedia tipe 36 dan tipe 45, dengan harga mulai dari sekitar Rp 150 juta per unit. Produksi dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026, dengan target mencapai kapasitas penuh pada tahun 2028.
Baca Juga: Kolaborasi Lintasarta dan Starlink Bikin Akses Internet Satelit Tumbuh 400%
Selain untuk memenuhi kebutuhan hunian, konsep hunian cepat bangun ini juga dirancang agar dapat dimanfaatkan dalam penyediaan perumahan pascabencana sebagai hunian yang layak dan berkelanjutan.
“Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan dalam membenahi sektor perumahan melalui berbagai kebijakan, antara lain rencana pembentukan lembaga baru serta pemberian insentif fiskal,” kata Tjoea.
Maka itu, lanjutnya, ke depan perseroan berharap pengembangan anak usaha ini dapat berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk program Asta Cita di sektor perumahan. Serta, bisa menjadi solusi atas tantangan kepemilikan rumah di Indonesia, yakni sekitar 29 juta masyarakat masih belum memiliki rumah.
Selanjutnya: Gaji di Bawah Rp10 Juta Bernapas Lega! Negara Ambil Alih PPh 21 Pekerja di 5 Sektor
Menarik Dibaca: Tips Mudah Menurunkan Asam Urat Tinggi pada Anak, Ikuti Panduan Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













