kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45704,52   6,79   0.97%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Divestasi 3 proyek, PTPP bidik dana Rp 1,3 triliun


Senin, 17 Februari 2020 / 20:10 WIB
Divestasi 3 proyek, PTPP bidik dana Rp 1,3 triliun
ILUSTRASI. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) targetkan proses divestasi 3 proyek miliknya selesai akhir tahun. KONTAN/Baihaki/26/4/2019

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) targetkan proses divestasi 3 proyek miliknya selesai akhir tahun. Adapun proyek yang bakal dilepas yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Tol Medan Kualanamu, dan Tol Pandaan Malang.

Direktur PT PP, Agus Purbianto menjelaskan divestasi tersebut ditargetkan bisa menambah pundi-pundi keuangan perseroan. "Targetnya Rp 1,3 triliun," ujarnya usai mengikuti rapat di Ruang Sidang Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta pada Senin (17/2).

Baca Juga: Mengenal Andalan Sakti Primaindo (ASPI) yang akan IPO hari ini

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya telah menawarkan aset tolnya kepada investor lokal, terkhusus kepada pemegang saham eksisting. Sebagai antisipasi, lanjutnya, perseroan juga akan menawarkan kepada operator seperti Jasamarga dan Astra.

Pihaknya berharap, proses tersebut dapat terselesaikan di akhir tahun ini. Dengan demikian mampu menambah laba perseroan.

Agus menyebutkan dengan rencana divestasi tersebut laba akhir tahun disesuaikan dengan RKP (Rencana Kinerja Tahunan) mencapai Rp 1,4 triliun. Sedangkan target pendapatan tahun ini Rp 26 triliun hingga Rp 27 triliun.

Baca Juga: Pembangunan Bandara Kediri dimulai April 2020, investasi awal Gudang Garam Rp 9,2 T

Sepanjang tahun lalu dalam RKP di Komisi IV disebutkan pendapatan perseroan pada 2019 sebelum diaudit mengalami penurunan tipis 1,79% menjadi Rp 24,66 triliun. Adapun periode yang sama tahun 2018 PTPP mencatat pendapatan Rp 25,11 triliun.

Sementara itu, laba bersih perseroan tahun lalu tergerus dengan mengalami penurunan 38,46% menjadi Rp 1,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 1,95 triliun. Sementara itu, nilai kontrak baru perseroan juga meleset dari target dengan capaian 33,54 triliun dari target Rp 43,49 triliun.




TERBARU

Close [X]
×