kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

DKP Tetapkan 81 Produk Perikanan Wajib SNI


Kamis, 12 November 2009 / 13:33 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Test Test

JAKARTA. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) diam-diam mulai memperketat peredaran produk perikanan di dalam negeri. Salah satu caranya dengan menetapkan 81 produk perikanan wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kebijakan standardisasi produk perikanan tersebut tertuang dalam Keputusan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 61 Tahun 2009, yang sudah berlaku sejak September lalu.

“Standar ini untuk meningkatkan mutu produk kita agar bisa melakukan ekspor,” jelas Direktur Standardisasi dan Akreditasi pada Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP, Nazori Djazuli, kepada KONTAN, Kamis (12/11).

Nazori bilang, selain meningkatkan standar mutu kualitas ikan dari Indonesia untuk tujuan ekspor, aturan SNI wajib tersebut juga diberlakukan bagi produk perikanan yang diimpor ke Indonesia. Artinya, produk impor perikanan harus memenuhi SNI tersebut. Jika tak memenuhi, maka terpaksa ditolak.

Dalam istilah umum di perdagangan, kewajiban tentang standar ini disebut dengan kebijakan non tariff (non tariff barriers). Produk ikan yang diwajibkan SNI itu di antaranya adalah produk perikanan segar, beku, ataupun yang sudah diolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×