kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

DKP Tetapkan 81 Produk Perikanan Wajib SNI


Kamis, 12 November 2009 / 13:33 WIB
DKP Tetapkan 81 Produk Perikanan Wajib SNI


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Test Test

JAKARTA. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) diam-diam mulai memperketat peredaran produk perikanan di dalam negeri. Salah satu caranya dengan menetapkan 81 produk perikanan wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kebijakan standardisasi produk perikanan tersebut tertuang dalam Keputusan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 61 Tahun 2009, yang sudah berlaku sejak September lalu.

“Standar ini untuk meningkatkan mutu produk kita agar bisa melakukan ekspor,” jelas Direktur Standardisasi dan Akreditasi pada Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP, Nazori Djazuli, kepada KONTAN, Kamis (12/11).

Nazori bilang, selain meningkatkan standar mutu kualitas ikan dari Indonesia untuk tujuan ekspor, aturan SNI wajib tersebut juga diberlakukan bagi produk perikanan yang diimpor ke Indonesia. Artinya, produk impor perikanan harus memenuhi SNI tersebut. Jika tak memenuhi, maka terpaksa ditolak.

Dalam istilah umum di perdagangan, kewajiban tentang standar ini disebut dengan kebijakan non tariff (non tariff barriers). Produk ikan yang diwajibkan SNI itu di antaranya adalah produk perikanan segar, beku, ataupun yang sudah diolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×