Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Noverius Laoli
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai pasar merespons positif langkah konkret perusahaan, terutama yang berkaitan dengan aksi korporasi dan perbaikan kinerja fundamental.
BUVA menjadi contoh paling menonjol, dengan harga saham melonjak lebih dari 2.500% sepanjang 2025.
Baca Juga: Berikut 10 Konglomerat Paling Tajir di Indonesia Awal Oktober 2025
Kenaikan saham BUVA didorong oleh keberhasilan rights issue senilai Rp 603,98 miliar serta pembalikan kinerja keuangan, dengan laba bersih mencapai Rp 108,6 miliar pada kuartal III-2025.
Selain itu, saham-saham yang terafiliasi dengan konglomerat Hashim Djojohadikusumo juga mencuri perhatian.
Adik Presiden Prabowo tersebut tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp 11 triliun pada 2024 versi Forbes, dan nilainya diperkirakan meningkat seiring lonjakan harga saham sepanjang 2025.
Baca Juga: Sejak April 2025, Kekayaan Taipan Prajogo Pangestu Melonjak Rp 326 Triliun
Salah satu kontributor utamanya adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang melesat hingga 700% sepanjang tahun lalu.
Grup Bakrie pun kembali menjadi sorotan pasar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat reli hingga 240% sepanjang 2025 dan diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada 2026.
Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Hari Ini (3 Januari 2026), Naik atau Turun?
Menarik Dibaca: Promo A&W Sharing Meal Januari 2026, Paket Aroma Chicken Hemat untuk Rame-Rame
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













