kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

DSNG Siapkan Capex Rp 800 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya


Jumat, 01 Maret 2024 / 07:30 WIB
DSNG Siapkan Capex Rp 800 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
ILUSTRASI. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyiapkan Capex Rp 800 miliar tahun 2024


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 800 miliar di tahun 2024. 

Chief Financial Officer DSNG Jenti Widjaja menjelaskan, dana capex tahun ini akan digunakan untuk kebutuhan produktivitas kebun dan juga penambahan aset tetap perseroan. 

“Capex sekitar Rp 800 miliar yang digunakan untuk peningkatan produktivitas kebun, mekanisasi, penelitian dan pengembangan, hingga penambahan aset tetap Perseroan,” ungkap Jenti, kepada Kontan.co.id, Kamis (292/). 

Baca Juga: Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) Terkoreksi 30% pada Tahun 2023, Ini Penyebabnya

Sebagai gambaran, bisnis kelapa sawit memang masih menopang kinerja DSNG selama ini. Segmen bisnis ini berkontribusi sebanyak 88% atau Rp 8,4 triliun terhadap total penjualan DSNG yang sebesar Rp 9,5 triliun selama tahun 2023. 

Manajemen DSNG memperkirakan, baik dari sisi produksi maupun volume penjualan tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana, DSNG memprediksi bisnis kelapa sawit ini masih akan bertumbuh satu digit pada tahun 2024. 

“Sejalan dengan bertambahnya tanaman usia yang memasuki usia prima dan program replanting untuk tanaman usia tua,” tambahnya. 

 

Di sisi lain, pihaknya melihat segmen kelapa sawit masih memiliki peluang lebih baik pada 2024. Sehingga DSNG memprediksi bahwa kebutuhan crude palm oil (CPO) masih akan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri yang akan mengerek naik harga CPO Tanah Air. 

Sebagai tambahan informasi,  DSNG tercatat membukukan laba sebesar Rp 842 miliar, atau terkoreksi 30% year on year (YoY) dibandingkan laba di tahun sebelumnya senilai Rp 1,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×