kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dua fokus Hippindo dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19)


Minggu, 29 Maret 2020 / 20:13 WIB
Dua fokus Hippindo dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19)
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan Grand Indonesia di Jakarta, Jumat (20/03). Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memprediksi jika dalam dua bulan ke depan kalau kondisi masih sepi, dan tidak ada bantuan apapun dari pemerintah, toko-toko di pusat per


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 disebut Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyedia Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta pasti membuat beberapa sektor tertentu menurun. Terlebih dengan sudah ditutup sementara pusat-pusat perbelanjaan.

Namun, Ia menegaskan saat ini fokus utama ada pada dua hal. Pertama bagaimana memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan kedua beriringan disiplin memutus rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Pemprov DKI perpanjang masa tanggap darurat corona sampai 19 April 2020

"Yang jelas kita bantu upaya pemerintah apapun keputusan kita dukung. Utama gimana kita bantu putuskan rantai ini, kalau tidak disiplin akan lama penyelesaian ini tidak bisa main-main," jelas Tutum saat dihubungi Kontan.co.id pada Minggu (29/3)

Adapun menyoal berapa kerugian sektor peritel, Tutum belum dapat menyampaikan. Saat ini beberapa pusat perbelanjaan sudah dilakukan penutupan sementara namun, untuk penyedia kebutuhan bahan pokok sendiri tetap buka. 

Baca Juga: Anies minta warga Jakarta tak pulang kampung untuk cegah penyebaran corona

"Potensi kerugian berapa, mana bisa sekarang. Yang jelas pasti merugi, berapa belum bisa. Kita yang penting dukung keputusan pemerintah buat putus rantai dulu penyebaran," ungkap Tutum.

Ia juga tak menampik adanya penjualan dari anggotanya via online karena memberikan kemudahan dalam berbelanja. "Muncul kreatifitas teman-teman, karena keterbatasan orang buat keluar. Sekarang kalau kayak gini pasti kepikiran dalam benak belanja baju online aja," kata Tutum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×