kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mitra Pinasthika (MPMX) Targetkan Pendapatan Tumbuh 5%-7% pada 2026


Senin, 09 Februari 2026 / 18:19 WIB
Mitra Pinasthika (MPMX) Targetkan Pendapatan Tumbuh 5%-7% pada 2026
ILUSTRASI. Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) (Dok/MPMX)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memasang target yang cukup moderat pada tahun ini, dengan mengejar pertumbuhan pendapatan 5%-7% dibandingkan tahun 2025.

Dari sisi perolehan laba, MPMX ingin menjaga konsistensi Net Profit After Tax (NPAT) yang secara historis tercatat di sekitar 3% - 4% dari total pendapatan.

General Manager Corporate Communications & Sustainability Mitra Pinasthika Mustika, Natalia Lusnita optimistis seluruh portofolio bisnis MPMX bisa tumbuh pada tahun ini. Natalia menyoroti industri otomotif yang masih prospektif di tengah tantangan dan dinamika pasar yang tetap membayangi.

Baca Juga: Mitsubishi Beri Kabar! Mobil Hybrid Meluncur di Indonesia Paruh Kedua 2026

Pertumbuhan dari setiap segmen akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. Dalam hal ini, Manajemen MPMX meyakini pasar sepeda motor akan stabil dan memperkirakan permintaan masih bertahan sebagai moda transportasi utama pilihan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari.

"Hal ini konsisten dengan tren penjualan sepeda motor di tahun-tahun terakhir yang relatif masih lebih stabil dibandingkan roda empat. Memasuki 2026, tentunya MPMX harus maju dengan optimisme dan mengharapkan kondisi kinerja yang lebih sehat," kata Natalia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (9/2/2026).

Di sisi lain, anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini optimistis melihat momentum positif di segmen bisnis mobil bekas. Selama tahun 2025, segmen ini menunjukkan pertumbuhan yang solid meskipun pasar mobil baru sedang melandai. Kondisi itu mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke kendaraan yang lebih terjangkau dan likuid.

Baca Juga: Stop Impor, Konsumen Berpotensi Dapat Penurunan Harga Solar

Manajemen MPMX memproyeksikan tren ini masih relevan, terutama karena mobil bekas sering menjadi alternatif bagi pembeli yang lebih berhati-hati dalam keputusan pembelian besar.

"MPMX, melalui kanal seperti AUKSI, telah mencatat pertumbuhan penjualan mobil bekas yang menunjang ketahanan lini bisnis ini meski margin mengalami tekanan," terang Natalia.

Sementara di segmen bisnis persewaan mobil, MPMX akan terus memperkuat layanan rental. Di segmen bisnis ini, MPMX akan fokus pada efisiensi operasional dan penguatan posisi pasar dengan memperkokoh kehadiran di wilayah existing.

Natalia belum membeberkan realisasi kinerja bisnis dan keuangan MPMX sepanjang tahun lalu. Sekadar mengingatkan, pendapatan MPMX menyusut 3,12% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 11,84 triliun menjadi Rp 11,47 triliun sampai dengan kuartal III-2025.

Baca Juga: Waskita Beton (WSBP) Suplai 11.089 Spun Pile untuk Proyek Tangguh UCC di Papua Barat

Pada saat yang sama, laba bersih MPMX merosot 7,73% (yoy) dari Rp 440,82 miliar menjadi Rp 406,72 miliar.

Natalia menjelaskan bahwa perlambatan pendapatan dan laba bersih MPMX pada 2025 disebabkan oleh kombinasi faktor tekanan ekonomi makro, perubahan perilaku konsumen, serta tekanan biaya di beberapa segmen usaha.

Pada tahun ini, MPMX akan fokus pada beberapa inisiatif utama seperti menjaga cost leadership, memastikan keunggulan operasional dan operasi berkelanjutan di seluruh entitas anak maupun asosiasi, memajukan inovasi dan transformasi digital, serta memperkuat sinergi group. Secara bisnis, MPMX pun tetap menjajaki diversifikasi dan mencermati jika ada peluang merger dan akuisisi (M&A).

"Terkait rencana diversifikasi, kami senantiasa menjajaki peluang strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif end-to-end dengan mencari bisnis yang memiliki potensi sinergi dengan kemampuan dan kapabilitas yang ada. Ini termasuk mengevaluasi peluang M&A di seluruh ekosistem otomotif yang lebih luas untuk menjangkau kerjasama strategis," terang Natalia.

Guna mendukung strategi bisnis pada tahun ini, MPMX menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 110 miliar - Rp 115 miliar. Capex MPMX tahun ini akan dialokasikan untuk Project IT master plan, supply chain management di MPMulia, serta untuk pembelian tanah dan bangunan untuk ekspansi MPMMotor.

Secara terpisah, Natalia menambahkan bahwa MPMX turut menyiapkan capex untuk peremajaan kendaraan di bisnis rental atau MPMRent. Kebutuhan capex diperkirakan mencapai sekitar Rp 700 miliar untuk pembelian kendaraan baru.

Sebagai perbandingan, anggaran capex MPMX tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang sebesar Rp 96 miliar. Hingga tutup tahun 2025, MPMX merealisasikan capex sebesar Rp 61,4 miliar atau sekitar 64% dari anggaran.

Capex MPMX tahun lalu terserap untuk akuisisi aset berupa bangunan, kendaraan, peralatan kantor, sarana dan prasarana serta penambahan asset under construction.

"Selain itu juga digunakan untuk akuisisi aset tak berwujud," tutup Natalia.

Selanjutnya: IHSG Naik di Awal Pekan, Cek Rekomendasi Teknikal: BRIS, BUKA, ICBP, Selasa (10/2)

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 10 Februari 2026, Harus Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×