kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Dua kontrak penjualan batubara BSSR bermasalah karena harga


Rabu, 17 Juni 2020 / 23:58 WIB
ILUSTRASI. Pertambangan batubara PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Foto Dok bssr.co.id


Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Baramulti Sukses Sarana Tbk (BSSR) harus rela memundurkan dan membatalkan kontrak penjualan batubara kepada dua pelanggan. Keduanya terkait dengan harga jual.

Pemunduran kontrak penjualan batubara terjadi antara BSSR dan PT Antang Gunung Meratus sebagai anak usaha, dengan Adani Global Pte. Ltd. Kontrak jangka panjang dengan fixed price basis itu, semula untuk pengiriman batubara periode Januari-Juni 2020.

Namun pengiriman batubara April-Juni 2020 mundur karena harga batubara turun secara drastis sebagai efek dari pandemi Covid-19. Banyak negara yang memberlakukan lockdown.

Sementara pembatalan kontrak penjualan batubara terjadi antara Antang Gunung Meratus dengan Pine Energy Pte. Ltd pada April 2020. Penyebabnya, harga kontrak yang juga menggunakan skema fixed price basis tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga spot.

Sejauh ini, kontrak penjualan dengan Adani masih dalam tahap negosiasi agar tetap terealisasi tahun ini. Syaratnya, harga indeks batubara sudah mendekati harga kontrak. "Sedangkan untuk kontrak penjualan dengan Pine Energy Pte. Ltd sudah dibayarkan ganti rugi atau penalty-nya," kata Ramanathan Vaidyanathan, Sekretaris Perusahaan PT Baramulti Sukses Sarana Tbk dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/6).

Atas dua kejadian tersebut, BSSR mengalami penurunan profit karena harga spot lebih rendah dibandingkan dengan harga kontrak. Namun mereka memastikan tidak ada risiko operasional maupun litigasi yang dialami.

Selanjutnya, BSSR akan mencari kontrak penjualan dengan harga spot. Sasarannya pelanggan baru maupun pelanggan lama. Mereka juga akan melakukan efisiensi biaya produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×