kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.003   1,00   0,01%
  • IDX 5.235   -43,72   -0,83%
  • KOMPAS100 673   -6,38   -0,94%
  • LQ45 527   -3,60   -0,68%
  • ISSI 177   -2,04   -1,14%
  • IDX30 296   -1,72   -0,58%
  • IDXHIDIV20 387   -2,31   -0,59%
  • IDX80 78   -0,61   -0,78%
  • IDXV30 107   -0,72   -0,67%
  • IDXQ30 98   -0,41   -0,42%

Dua Tahun Prabowo-Gibran, KNMP Catat Perdagangan 719 Ton Ikan Senilai Rp 18,77 Miliar


Rabu, 21 Oktober 2026 / 10:46 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, KNMP Catat Perdagangan 719 Ton Ikan Senilai Rp 18,77 Miliar
ILUSTRASI. Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencatat perdagangan 719 ton ikans senilai Rp 18,77 miliar sejak uji coba operasional di awal Juni 2026 (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencatat perdagangan 719 ton ikan dengan nilai mencapai Rp 18,77 miliar sejak uji coba operasional pada awal Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi salah satu realisasi program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, aktivitas perdagangan tersebut berasal dari sejumlah lokasi KNMP yang mulai beroperasi. Hasil perikanan dari kampung nelayan itu dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga menembus pasar ekspor.

Baca Juga: Produksi Kapal Baru Naik 251,7%, Kemenperin Genjot Galangan Perkuat Daya Saing

“Ini capaian baik di dua tahun kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo bahwa program prioritas beliau benar-benar bermanfaat dan membantu masyarakat pesisir menjadi lebih produktif,” ungkap Trenggono dalam siaran pers, Selasa (20/10/2026).

Sejumlah daerah tujuan pemasaran ikan dari KNMP antara lain Jakarta, Kendari, Medan, Surabaya, Bandar Lampung, Ternate, hingga Dompu. Bahkan, produk perikanan dari KNMP Margasari, Lampung, telah diekspor ke China.

Menurut Trenggono, pengembangan KNMP tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas penangkapan dan perdagangan ikan, tetapi juga memperluas pengolahan hasil perikanan. Produk yang dihasilkan di antaranya tuna loin dan tuna fillet.

Komoditas yang diperdagangkan meliputi tuna, cumi-cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, hingga kakap putih. Dengan pengolahan tersebut, KKP berharap hasil tangkapan nelayan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.

“KNMP memang dibangun untuk menghidupkan ekosistem perikanan dari hulu sampai hilir. Jadi selain nelayan yang didorong produktif, ikan-ikan yang dihasilkan juga diolah menjadi produk bernilai tambah,” kata Trenggono.

Baca Juga: Prapenjualan Puradelta Lestari (DMAS) Capai Rp 2,61 Triliun per September 2026

Sebagai informasi, KKP membangun 100 lokasi KNMP pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 lokasi telah menjalani uji coba operasional, sedangkan 35 lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan fisik.

Setiap lokasi dilengkapi sarana pendukung usaha perikanan, seperti dermaga, fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage, kendaraan berpendingin, pabrik es, kios perbekalan, bengkel, mesin, hingga sentra kuliner.

Selain menyediakan infrastruktur, KKP memberikan pendampingan kepada pengelola KNMP untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mencari mitra usaha, serta mengurus legalitas dan perizinan. Pengurus koperasi juga mendapat pelatihan administrasi usaha, pengelolaan rantai dingin, literasi keuangan, dan diversifikasi produk.

KKP turut memfasilitasi akses pasar melalui kemitraan dengan unit pengolahan ikan, eksportir, pemasok, distributor, pedagang pengumpul, koperasi perikanan, serta kelompok pengolah hasil perikanan. Pengelola KNMP juga dihubungkan dengan lembaga keuangan, termasuk bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Baca Juga: Volume Pengiriman Stagnan, Sektor Logistik Tahan Perekrutan Pekerja

Sebagai informasi, pada 2026, KKP melanjutkan ekspansi program dengan membangun 1.269 lokasi KNMP. Seluruh lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan fisik berdasarkan keterangan KKP.

Berbeda dengan pembangunan sebelumnya, pengembangan KNMP tahun ini menggunakan konsep pusat dan penyangga atau hub and spoke. Melalui skema tersebut, KKP menargetkan lebih banyak kawasan pesisir terhubung dengan sarana dan prasarana perikanan yang tersedia di lokasi pusat KNMP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×