kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Volume Pengiriman Stagnan, Sektor Logistik Tahan Perekrutan Pekerja


Selasa, 20 Oktober 2026 / 23:22 WIB
Volume Pengiriman Stagnan, Sektor Logistik Tahan Perekrutan Pekerja
ILUSTRASI. ALI: Bisnis Logistik Berpeluang Tumbuh 6%–8% pada 2026 (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menilai penyerapan tenaga kerja di sektor logistik masih menghadapi tantangan di tengah volume pengiriman barang yang cenderung stagnan.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha menahan perekrutan pekerja baru, terlebih biaya operasional juga meningkat.

Ketua Umum ALI Mahendra Rianto mengatakan, aktivitas logistik sangat bergantung pada pergerakan perdagangan barang.

Baca Juga: PLN Matangkan Pengadaan PLTS 100 GWp, Tender Proyek Dilakukan Bertahap

Meski pertumbuhan ekonomi tercatat positif, kondisi itu belum sepenuhnya tercermin dalam peningkatan volume pengiriman.

“Logistik akan selalu mengikuti perdagangan. Kami melihat volume pengiriman barang, seperti elektronik, kebutuhan konsumsi, dan ritel, cenderung stagnan dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini membatasi peluang pekerjaan baru di sektor logistik,” ujar Mahendra kepada KONTAN, Selasa (20/10/2026).

Selain permintaan yang belum tumbuh signifikan, pelaku usaha menghadapi tekanan biaya operasional, terutama untuk pengiriman laut antarpulau.

Mahendra menyebut biaya kontainer pada sejumlah rute meningkat hingga dua kali lipat, sedangkan tarif jasa kepada pelanggan belum dapat langsung disesuaikan karena terikat kontrak. Kondisi ini membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi dan perekrutan.

Untuk memperluas kesempatan kerja, ALI menjalankan pelatihan dan sertifikasi bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), khususnya di bidang pergudangan dan operasional logistik. ALI juga merintis pelatihan bagi tenaga kerja terampil yang berpeluang ditempatkan di luar negeri.

“Kalau aktivitas ekonomi tidak naik dan volume barang tidak bertambah, peluang pekerjaan baru juga tidak akan banyak. Karena itu, kami menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi,” lanjutnya.

Mahendra berharap pemerintah mempercepat hilirisasi industri untuk mendorong kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Industri Butuh SDM Adaptif, HP Soroti Kesenjangan Pemanfaatan AI dan Pemahaman Siswa

ALI juga mengusulkan agar jasa logistik domestik masuk sebagai salah satu komponen penambah nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sehingga perusahaan logistik lokal mendapat porsi lebih besar dalam rantai pasok industri.

“Kami berharap hilirisasi segera dijalankan karena bisa menciptakan lapangan kerja. Jasa logistik domestik juga perlu menjadi indikator penambah nilai TKDN agar perusahaan lokal ikut memberi nilai tambah bagi industri dalam negeri,” tutup Mahendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×