kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Duh, giliran jamu yang diklaim Malaysia


Jumat, 19 Desember 2014 / 22:45 WIB
Duh, giliran jamu yang diklaim Malaysia
ILUSTRASI. Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Selasa 4 Juli 2023. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Minuman khas Indonesia, jamu saat ini sudah diklaim oleh Malaysia. Meski tidak menjiplak jamu tradisional Indonesia baik bahan baku dan ramuan, namun Malaysia memakai kata jamu untuk mewakili jenis minuman kesehatan mereka.

"Yang dipermasalahkan itu kata jamunya. Jamu kan dari kata Jampi Usodo, dari bahasa Jawa yang artinya ramuan kesehatan," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Berbasis Budaya, Putri Kusumawardhani, di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (19/12).

Putri memaparkan, Malaysia punya minuman tradisional untuk kesehatan yang biasa disebut obat kampung. Namun ramuan yang digunakan obat kampung milik Malaysia sama seperti ramuan herbal dari Tiongkok.

"Mereka sebenarnya punya obat tradisional sendiri, namanya obat kampung," jelas Putri.

Putri pun sudah meminta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mendaftarkan jamu produk asli Indonesia ke UNESCO. Putri berharap sudah bisa cepat mendapatkan hasilnya, karena jamu adalah warisan asli Indonesia. "Mudah-mudahan cepat ada tindaklanjutnya," kata Putri. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×