Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memperkirakan kinerja kuartal kedua tahun ini bakal turun dibandingkan dengan capaian kuartal I 2020 alias periode quarter on quarter (qoq). Namun, produsen dan distributor bahan bangunan tersebut belum berencana memangkas target kinerja sepanjang 2020.
Lenggana Linggawati, Sekretaris Perusahaan PT Impack Pratama Industri Tbk mengatakan, kondisi yang serba sulit akibat pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perusahaan kesulitan arus kas. "Hal ini memperparah kondisi permintaan yang memang cenderung lesu pada bulan puasa," kata dia kepada KONTAN, baru-baru ini.
Padahal selama kuartal I 2020, Impack Pratama masih mampu membukukan kenaikan pendapatan 17,39% year on year (yoy) menjadi Rp 412,53 miliar. Perusahaan itu bahkan mengantongi kenaikan cuan lebih dari 2,5 kali lipat ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi sekitar Rp 59,67 miliar.
Biarpun sudah memberikan sedikit kisi-kisi, Impack Pratama belum secara gamblang mengungkapkan proyeksi kinerja April-Juni 2020 yang diperkirakan turun tadi. Manajemen perusahaan hanya mengatakan, akan tetap berupaya memacu potensi penjualan pada segmen ritel maupun segmen proyek.
Salah satu strategi Impack Pratama yakni menambah portofolio produk. Pada kuartal I 2020, mereka memperkenalkan produk atap dan pipa baru merek Alderon serta atap polikarbonat.
Asal tahu, sejak tahun 2015, anak usaha Impack Pratama yakni PT Unipack Plasindo sudah memproduksi produk-produk Alderon. Lokasinya di Karawang, Jawa Barat. Adapun anak usaha yang lain, yaitu PT Alderon Pratama Indonesia bertindak sebagai distributor pemasaran.
Ikhtiar IMPC memaksimalkan penjualan tersebut tetap memerhatikan perkembangan pasar. Hingga kini mereka masih mempertahankan target pendapatan 2020. "Kami mau lihat hasil semester I dulu jadi nanti setelah kuartal II baru lihat perlu revisi target atau tidak targetnya," tutur Lenggana.
Dalam catatan KONTAN, sepanjang tahun ini Impack Pratama membidik pendapatan bersih Rp 1,60 triliun-Rp 1,69 triliun. Target minimal mereka, 7,38% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pendapatan bersih tahun lalu Rp 1,49 triliun.
Sejauh ini Impack Pratama belum mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) karena masih dalam tahap penghitungan kebutuhan. Serapan capex Rp 100 miliar selama kuartal I 2020 adalah bagian dari anggaran 2019. Dana capex itu untuk membeli tanah dan membangun pabrik di Hamilton, Selandia Baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













