kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ekonom: Penghapusan HET Minyak Goreng Rugikan Masyarakat Untungkan Pengusaha


Jumat, 18 Maret 2022 / 15:07 WIB
ILUSTRASI. Warga membeli minyak goreng kemasan di salah satu pusat perbelanjaan di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). Ekonom: Penghapusan HET Minyak Goreng Rugikan Masyarakat Untungkan Pengusaha


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira mengkritik kebijakan baru pemerintah yang menghapus Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, sehingga harga produk tersebut dikembalikan kepada mekanisme pasar.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat sangat merugikan masyarakat karena harus membeli minyak goreng kemasan dengan harga yang lebih mahal. 

“Di sisi lain, pelaku usaha sawit menikmati keuntungan ekspor sekaligus harga jual di dalam negeri yang tinggi,” imbuh dia, Jumat, (18/3).

Baca Juga: Sudah Langka, Harga Minyak Goreng Curah Juga Ikut Naik

Penghapusan HET juga berpotensi memicu inflasi, terutama pada bulan April saat momen Ramadan tiba. Ini mengingat permintaan minyak goreng saat Ramadan tumbuh 20% lebih tinggi dibandingkan bulan biasa.

Selain itu, masyarakat juga terkesan dipaksa mengkonsumsi minyak goreng curah bersubsidi. Dari segi harga, minyak goreng bersubsidi tentu lebih murah lantaran diberlakukan HET sebesar Rp 14.000 per liter.

Namun demikian, pengawasan terhadap minyak goreng curah lebih sulit dilakukan karena tidak ada barcode atau kode produksi untuk mendeteksi produk tersebut.

“Minyak goreng curah ini rawan dioplos dengan minyak jelantah,” tukas Bhima.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Stok Minyak Goreng Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Dia menambahkan, harga minyak goreng kemasan subsidi di Malaysia saat ini setara dengan Rp 8.525 per liter. Jika merujuk ke situ, idealnya harga keekonomian minyak goreng kemasan di Indonesia tidak boleh melampaui Rp 23.000 per liter.

“Disparitas harga keekonomian di Indonesia juga di atas kewajaran,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×