kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Margin Tertekan, Indocement (INTP) Perkuat Efisiensi dan Bisnis Turunan


Senin, 07 September 2026 / 06:21 WIB
Margin Tertekan, Indocement (INTP) Perkuat Efisiensi dan Bisnis Turunan
ILUSTRASI. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (DOK/PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih menghadapi tekanan biaya di tengah pemulihan permintaan semen nasional.

Kenaikan harga energi dan penguatan dolar AS menjadi tantangan, sementara kapasitas produksi yang masih berlebih membuat produsen sulit leluasa menaikkan harga jual.

Ketua Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi) Lilik Unggul Raharjo mengatakan, kenaikan biaya energi menjadi salah satu tekanan terbesar bagi industri semen.

Baca Juga: Pendapatan Turun 4,4% di 2025, Cek Rekomendasi Saham Indocement (INTP)

Harga batubara dan solar industri yang meningkat, ditambah penguatan dolar AS, ikut mengerek biaya produksi dan harga barang impor.

"Faktor yang paling besar adalah kenaikan harga energi, yakni batubara dan solar industri, di samping dolar yang menguat," kata Lilik, Jumat (28/8/2026).

Lilik menyebut penggunaan batubara non-DMO berkontribusi sekitar 18% terhadap biaya produksi semen. Sementara itu, solar industri menyumbang sekitar 4% terhadap biaya produksi.

Tekanan biaya tersebut terjadi ketika industri masih dibayangi kelebihan kapasitas. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan semen domestik pada semester I-2026 tumbuh 10,5% secara tahunan menjadi 30,71 juta ton.

Baca Juga: Volume Penjualan Indocement (INTP) Naik 1,8% di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya

Namun, kapasitas produksi nasional masih sekitar 120 juta ton per tahun dengan utilisasi hanya sekitar 56%.

Kondisi ini membuat persaingan harga tetap ketat. Dengan pasokan yang masih jauh di atas permintaan, ruang produsen untuk meneruskan kenaikan biaya produksi ke harga jual menjadi terbatas.

Fokus efisiensi

Di tengah tekanan tersebut, INTP memilih memperkuat efisiensi sekaligus mengembangkan bisnis turunan untuk menopang pertumbuhan. Perseroan mengembangkan bisnis mortar melalui PT Mortar Prakarsa Utama bersama Saint-Gobain Group.

INTP juga membentuk PT Mondi Indo Prakarsa Kemasan bersama Mondi Industrial Bags GmbH. Perusahaan patungan ini diarahkan untuk memperkuat pasokan kantong semen sekaligus menjaga kualitas produk.

Corporate Secretary Indocement Dani Handajani mengatakan, penguatan portofolio dan ekosistem pendukung menjadi bagian dari strategi perseroan menghadapi dinamika industri semen.

"Pada semester II-2026, kami tetap memprioritaskan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas," ujar Dani, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Indocement (INTP) Bangun PLTS Terbesar di Industri Semen, Kapasitas Capai 71,9 MW

Strategi tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan volume penjualan INTP. Pada semester I-2026, volume penjualan semen dan klinker mencapai 9,56 juta ton, naik 7,6% secara tahunan.

Penjualan domestik tumbuh 5% menjadi 9,09 juta ton, sedangkan ekspor melonjak 99,7% menjadi 473.000 ton.

Pertumbuhan volume tersebut mendorong pendapatan neto INTP naik 5,2% secara tahunan menjadi Rp 8,45 triliun pada semester I-2026.

Tren pertumbuhan juga berlanjut setelah semester I. Pada Juli 2026, volume penjualan INTP mencapai sekitar 1,92 juta ton, tumbuh 13,3% secara tahunan dan naik 18,6% dibandingkan Juni 2026.

Dengan demikian, volume penjualan tujuh bulan pertama 2026 mencapai sekitar 10,32 juta ton atau tumbuh 6,4% secara tahunan.

Baca Juga: Sektor Industri Semen Masih Menantang, Begini Siasat Indocement (INTP) Jaga Kinerja

Meski volume penjualan tumbuh, tekanan biaya produksi dan distribusi masih menjadi tantangan bagi margin perseroan.

Karena itu, kemampuan INTP menjaga efisiensi akan menjadi kunci untuk mengubah pemulihan volume penjualan menjadi pertumbuhan laba yang lebih kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×