Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menyebut aktivitas pariwisata dan operasional hotel di Jawa Barat masih berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, pelaku industri terus memantau perkembangan erupsi, terutama terkait sebaran abu vulkanik, kondisi transportasi udara, serta mobilitas wisatawan.
Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi mengatakan, dampak erupsi terhadap sektor pariwisata Jawa Barat sejauh ini lebih bersifat tidak langsung.
Gangguan terutama berpotensi muncul dari sisi konektivitas transportasi dan mobilitas wisatawan, bukan karena destinasi wisata di Jawa Barat secara keseluruhan berada dalam kondisi tidak aman.
"Kami melihat kondisi ini perlu disikapi secara proporsional. Keselamatan wisatawan, masyarakat, dan pekerja tetap menjadi prioritas utama, namun kita juga tidak ingin informasi mengenai erupsi menimbulkan kepanikan yang berlebihan," ujar Dodi, kepada Kontan.co.id, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Kunjungan Wisman Semester I-2026 Tumbuh 5,71%, PHRI: Okupansi Hotel Stagnan
Menurut Dodi, PHRI Jawa Barat masih melakukan inventarisasi terkait tingkat okupansi hotel maupun pembatalan reservasi di masing-masing daerah. Oleh karena itu, PHRI belum melihat dasar untuk menyimpulkan adanya penurunan okupansi secara signifikan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Untuk wilayah yang berdekatan dengan Selat Sunda dan Banten, kata Dodi, dampak erupsi perlu mendapat perhatian lebih besar. Sementara bagi Jawa Barat, pengaruhnya lebih banyak berasal dari sebaran abu vulkanik dan potensi gangguan konektivitas transportasi.
Di sisi lain, kondisi tersebut berpotensi mendorong pergeseran tujuan wisata atau shifting destination. Wisatawan yang menunda perjalanan ke wilayah tertentu tidak selalu membatalkan seluruh rencana perjalanannya, tetapi dapat mengalihkan tujuan ke destinasi lain yang dinilai aman dan tetap mudah diakses.
"Ini justru menjadi peluang bagi destinasi-destinasi Jawa Barat untuk memberikan alternatif wisata yang aman, nyaman dan tetap menarik," kata Dodi.
PHRI Jawa Barat memperkirakan kondisi pariwisata dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, arah sebaran abu vulkanik, kondisi penerbangan, serta komunikasi informasi kepada masyarakat.
PHRI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Sementara bagi pelaku industri pariwisata, Dodi menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat respons dan koordinasi dalam menghadapi situasi yang dinamis.
Baca Juga: Investasi Pariwisata Tumbuh 16,64% di Semester I, PHRI: Ekspansi Hotel Masih Seret
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














