kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.201   69,31   0,85%
  • KOMPAS100 1.156   9,79   0,85%
  • LQ45 833   4,06   0,49%
  • ISSI 292   3,92   1,36%
  • IDX30 432   1,32   0,31%
  • IDXHIDIV20 517   -1,33   -0,26%
  • IDX80 129   1,03   0,81%
  • IDXV30 141   0,22   0,15%
  • IDXQ30 140   -0,19   -0,13%

Eksplorasi dan Pengeboran Terkendala Pendanaan


Kamis, 29 Oktober 2009 / 16:49 WIB
Eksplorasi dan Pengeboran Terkendala Pendanaan


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Produksi minyak mentah Indonesia pada tahun depan tidak akan bisa mencapai target produksi sebesar 1.000.000 barel per hari. Hal tersebut diungkapkan oleh Sammy Hamzah, Wakil Ketua Komite Tetap Hulu Migas, Kadin, Kamis (29/10). Sammy memperkirakan produksi minyak mentah domestik turun dibandingkan dengan tahun ini.

"Produksi minyak mentah kita tiap tahunnya akan turun antara 5-10%," ujar Sammy.

Menurutnya, turunnya produksi minyak mentah Indonesia lantaran adanya faktor alam. Karena cadangan minyak mentah di Indonesia mulai menipis. Sehingga wajar jika produksi minyak mentah Indonesia untuk tahun depan akan berkurang.

Sebenarnya potensi untuk mencari sumber minyak baru di dalam negeri cukup banyak. Namun, jelas Sammy, perusahaan domestik tidak memiliki cukup modal dan teknologi untuk melakukan penggalian lantaran kebanyakan sumber-sumber tersebut terletak di sumur yang dalam.

"Belum lagi perbankan yang tidak mau memberikan pinjaman untuk eksplorasi karena mereka beranggapan resikonya ckp besar," papar Sammy.

Sammy menghitung, masalah pendanaan merupakan hambatan untuk perusahaan tambang melakukan eksplorasi dan pengeboran. Investor memerlukan dana ratusan juta sedangkan pihak bank enggan memberikan pinjaman. Untuk itu, Sammy memberikan solusi supaya investasi asing diberikan kemudahan untuk berinvestasi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×