kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,38   15,44   1.80%
  • EMAS932.000 13,66%
  • RD.SAHAM -0.40%
  • RD.CAMPURAN -0.08%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.11%

Ekspor industri manufaktur meningkat 10,93% di dua bulan pertama tahun ini


Senin, 23 Maret 2020 / 14:22 WIB
Ekspor industri manufaktur meningkat 10,93% di dua bulan pertama tahun ini
ILUSTRASI. Implementasi Sistem informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika (SiMoDIS): Pekerja di Pelabuhan Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, jumat (27/12). Mulai 1 Januari 2020 Bank Indonesia (BI) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meningkatkan kepatuhan peng

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pengolahan mencatatkan nilai ekspornya pada periode Januari-Februari 2020 sebesar US$ 21,76 miliar, naik 10,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian kinerja pengapalan produk manufaktur sepanjang dua bulan pertama tahun ini memberikan kontribusi hingga 78,92% dari total nilai ekspor yang menembus US$ 27,57 miliar.

“Sementara itu, nilai ekspor industri pengolahan pada Februari 2020 tercatat sebesar US$ 11,03 miliar, naik 2,73% dibanding Januari 2020 (m-to-m) yang mencapai US$ 10,73 miliar. Jika dibandingkan dengan Februari 2019 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan pada Februari 2020 naik 17,11%,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto dalam keterangan resminya, Senin (23/3).

Baca Juga: Ini peringatan S&P Global Ratings jika rupiah melemah di atas Rp 15.000

Janu menyampaikan, neraca perdagangan industri pengolahan pada periode Januari-Februari 2020 adalah surplus sebesar US$ 1,22 miliar. “Sedangkan, neraca perdagangan industri pengolahan pada Februari 2020 mencatatkan surplus US$ 2,07 miliar,” ungkapnya.

Adapun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari total nilai ekspor industri pengolahan pada Januari-Februari 2020 yang mencapai US$ 4,7 miliar. Angka tersebut naik dibanding perolehan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD4,3 miliar.

Sektor lainnya, diikuti oleh industri logam dasar yang nilai ekspornya menembus US$ 3,5 miliar, kemudian industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (US$ 1,9 miliar), industri pakaian jadi (US$ 1,4 miliar), serta industri karet, barang dari karet dan plastik (US$ 1,2 miliar) sepanjang dua bulan awal tahun ini.

Industri makanan juga menjadi penyumbang paling besar pada capaian nilai ekspor industri pengolahan pada Februari 2020, yang tercatat mencapai US$ 2,45 miliar atau berkontribusi 22,26%,” ujar Janu. Pada Februari 2020, ekspor industri makanan naik 8,94% dibanding Januari 2020.

Baca Juga: Skenario Terburuk: Wabah Virus Corona Memicu Krisis Ekonomi

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada Februari 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar US$ 1,51 miliar atau memberikan kontribusi 61,41%, naik dibandingkan bulan Januari 2020 yang mencapai 60,62%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Pendalaman Strategic Thinking Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 2

[X]
×