kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Ekspor Nikel Tembus US$40 Miliar, Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi US$618 Miliar


Rabu, 14 Oktober 2026 / 22:21 WIB
Ekspor Nikel Tembus US$40 Miliar, Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi US$618 Miliar
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Dok/ESDM)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya US$ 45 miliar pada 2026.

Target tersebut ditopang oleh kebijakan hilirisasi yang mendorong kenaikan nilai ekspor nikel dari sekitar US$ 3,3 miliar pada 2017–2018 menjadi lebih dari US$ 40 miliar pada 2025.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hilirisasi menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

Baca Juga: Inacraft 2026 Diharapkan Buka Peluang UMKM Lokal Perluas Pasar Ekspor

Hal itu disampaikan Bahlil saat mewakili Presiden Prabowo Subianto membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, Rabu (14/10/2026).

"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," ujar Bahlil.

Bahlil memaparkan, nilai ekspor nikel Indonesia meningkat dari sekitar US$ 3,3 miliar pada 2017–2018 menjadi US$ 34 miliar pada 2023, sebelum melampaui US$ 40 miliar pada 2025.

Kenaikan tersebut terjadi setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri.

Menurut Bahlil, manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin dari peningkatan nilai ekspor. Kebijakan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri pendukung, memperluas partisipasi pengusaha nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah pun berencana memperluas hilirisasi ke berbagai sektor sumber daya alam. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan peta jalan hilirisasi hingga 2040 dengan target investasi mencapai US$ 618 miliar.

Cakupan program tersebut meliputi mineral dan batubara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

Baca Juga: Pertamina Tambah Pasokan 57,9 Juta Liter BBM untuk Pulihkan Layanan di Bali

"Saya ingin menyampaikan bahwa master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai 618 miliar USD," kata Bahlil.

Pemerintah berharap perluasan hilirisasi dapat meningkatkan kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Dengan mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, pemerintah berupaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas sebelum dipasarkan ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×