kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Inacraft 2026 Diharapkan Buka Peluang UMKM Lokal Perluas Pasar Ekspor


Rabu, 14 Oktober 2026 / 22:08 WIB
Inacraft 2026 Diharapkan Buka Peluang UMKM Lokal Perluas Pasar Ekspor
Pameran kerajinan tangan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 (Peruri/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pameran kerajinan tangan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 menjadi salah satu sarana bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk memperluas akses pasar, membangun jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing produk di tengah peluang ekspor.

Mengusung tema Techno Craft, Inacraft 2026 berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Pameran tahunan yang diinisiasi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event ini memadukan kekayaan kerajinan lokal dengan teknologi dan inovasi digital untuk menjawab kebutuhan pasar modern.

Baca Juga: Inacraft 2026 Buka Peluang UMKM Perluas Pasar dan Jaringan Bisnis

Selain memperluas pasar domestik dan global, Inacraft diarahkan untuk mendorong regenerasi perajin melalui keterlibatan wirausaha muda atau youthpreneurs.

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat meningkatkan presisi, kualitas, dan nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya serta keterampilan tangan para perajin.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) ASEPHI Hatman mengatakan, tema Techno Craft merupakan upaya menyatukan tradisi, teknologi, dan inovasi sekaligus memperkuat regenerasi industri kerajinan nasional.

"Technocraft membangkitkan semangat pengusaha muda (youthpreneur), menyatukan tradisi, teknologi, dan inovasi menjadi proses kreatif pengembangan produk," kata Hatman seperti dikutip dari Kompas.com.

ASEPHI menargetkan 80.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan Inacraft 2026, dengan nilai transaksi ritel Rp 100 miliar dan potensi kontrak dagang senilai US$ 2,7 juta. 

Target tersebut mencerminkan peluang pameran sebagai sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, termasuk dari pasar internasional.

Baca Juga: Upaya Memperkuat Pemasok F&B Lokal Menembus Pasar Ekspor

Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Di antaranya Oh My Craft! yang bergerak di bidang kerajinan ramah lingkungan dan Kreasi Tuli Indonesia yang mengembangkan produk fesyen. 

Keduanya berpartisipasi melalui fasilitasi Peruri setelah melewati proses kurasi.

Keikutsertaan Kreasi Tuli Indonesia juga menunjukkan ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam industri kreatif.

Namun, peluang untuk memperluas pasar tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha menjaga kualitas, mengembangkan inovasi, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen.

Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, pameran tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan menjajaki peluang kolaborasi bisnis.

“Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring usaha dan akses pasar,” ujar Adi dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Ekonom: Hilirisasi Sawit Buka Peluang UMKM Menembus Pasar Ekspor

Pada pembukaan Inacraft 2026, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming bersama sejumlah pejabat pemerintah juga berdialog dengan pelaku usaha peserta pameran.

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, Inacraft menjadi salah satu kanal bagi industri kriya untuk mempertemukan produsen dengan calon pembeli. 

Kemampuan menggabungkan karakter lokal, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting agar produk kerajinan Indonesia mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×