kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor Perikanan ke Arab Saudi Masih Mini


Jumat, 28 Mei 2010 / 01:45 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |


JAKARTA. Ekspor ikan dan produk perikanan dari Indonesia ke Arab Saudi tahun 2009 lalu memang masih rendah. Buktinya, nilai ekspor tahun 2009 lalu hanya mencapai 12.173 ton dengan nilai US$ 48,373 juta. Rendahnya nilai ekspor tersebut dikarenakan pasar Arab Saudi masih dikuasai oleh eksportir ikan dari Thaliand.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad bilang, pasar ikan di Arab Saudi tersebut mencapai US$ 1 miliar, tapi ekspor Indonesia masih berada dibawah 1% ke negara itu. Padahal, beberapa jenis ikan dari Indonesia sangat diminati oleh konsumen ikan di Arab Saudi seperti kakap putih, bawal, udang yang sekarang menjadi sumber ketertarikan investor dari Arab Saudi.

"Ada sekitar 8 investor yang tertarik dan ingin investasi untuk perikanan budidaya laut itu," kata Fadel usai menerima kunjungan dari kedutaan besar Arab Saudi, sejumlah pengusaha dan beberapa perwakilan perbankan Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut, Fadel mengaku para calon investor siap membenamkan investasinya sebesar US$ 10 juta- US$ 20 juta.

Lokasi yang akan ditawarka Fadel untuk investor Arab Saudi yang berniat untuk membudidayakan ikan adalah di perairan Jawa Barat dan Kepualuan Seribu. Menurut Fadel, langkah kerjasama itu mesti diambil agar produk ikan Indonesia bisa lebih familiar di Arab Saudi. "Jika mereka membudidayakan ikannya disini, maka produk ikan kita bisa dikenal di sana," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×