kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.097   48,00   0,28%
  • IDX 6.969   -20,27   -0,29%
  • KOMPAS100 958   -7,01   -0,73%
  • LQ45 701   -6,78   -0,96%
  • ISSI 249   -0,42   -0,17%
  • IDX30 382   -5,80   -1,49%
  • IDXHIDIV20 472   -9,07   -1,89%
  • IDX80 108   -0,81   -0,74%
  • IDXV30 131   -2,02   -1,53%
  • IDXQ30 124   -2,26   -1,79%

Elnusa (ELSA) Bidik Efisiensi Operasional Hingga 25% pada 2026


Selasa, 07 April 2026 / 11:45 WIB
Elnusa (ELSA) Bidik Efisiensi Operasional Hingga 25% pada 2026
ILUSTRASI. Elnusa (ELSA) berkomitmen jadi low-cost operator kelas dunia.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi yang terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi low-cost operator hulu minyak dan gas bumi kelas dunia dalam menghadapi dinamika industri migas yang semakin menantang pada 2026.

Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menyampaikan, strategi ini difokuskan pada pengembangan lapangan marginal melalui pendekatan efisiensi berbasis teknologi dan inovasi. Untuk ke depannya, ELSA akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal.

"Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15% hingga 20%, bahkan mencapai 25% lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,” ujar Litta dalam keterbukaan informasi, Selasa (7/4/2026).

Langkah strategis ini sekaligus menjadi respons atas volatilitas harga minyak dunia, dinamika geopolitik global, serta dukungan terhadap target pemerintah dalam mencapai produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).

Baca Juga: Ini Strategi Superior Prima (BLES) Dongkrak Penjualan dan Margin Laba pada 2026

Sejalan dengan arah transformasi tersebut, ELSA mengusung tema besar tahun 2026, yakni “Rediscover Technology and Innovation Age” yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara adaptif dan penguatan mindset inovatif di seluruh lini organisasi.

“Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem kerja di mana setiap Perwira Elnusa mampu berpikir lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dalam menjalankan operasional,” tambah Litta.

Dalam mendukung implementasi strategi tersebut, ELSA terus memperkuat kapabilitas layanan hulu migas yang mencakup ekosistem terintegrasi mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting.

ELSA juga aktif menjalin sinergi dengan entitas Pertamina Group, termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure (TI&I).

Salah satu inovasi yang dikembangkan ELSA adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) serta penggunaan alat Inline Inspection (ILI) guna memastikan keandalan jaringan pipa migas nasional sepanjang lebih dari 21.000 km.

“Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran,” jelas Litta.

 

Selain memperkuat bisnis inti, ELSA juga terus mendorong diversifikasi usaha, termasuk pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas serta ekspansi pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG), termasuk ke Aljazair.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis. Ke depan, kami akan terus meng-upgrade teknologi untuk memberikan kontribusi optimal terhadap target produksi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis," pungkas Litta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×