Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Lubricants (PTPL) terus melakukan pengembangan produk Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yaitu Product Surfactant PHR24. Produk ini digunakan untuk mendukung kegiatan produksi minyak bumi di Pertamina Hulu Rokan (PHR).
CEOR merupakan teknologi yang memanfaatkan formulasi specialty chemical khusus untuk meningkatkan efisiensi penyapuan minyak di reservoir sehingga mampu mengoptimalkan perolehan minyak di lapangan-lapangan tua. Pengembangan produk CEOR bertujuan untuk mendukung target produksi minyak dan gas (migas) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Vice President Corporate Strategy & Business Development Pertamina Lubricants, Abdul Hafid Rasjid mengungkapkan bahwa pengembangan produk CEOR juga menandai transformasi perusahaan dalam menghadirkan solusi bernilai tambah di bidang specialty chemicals bagi sektor hulu migas. Adapun, formula berbasis surfaktan ini dikembangkan oleh tim teknis PHR berdasarkan karakteristik reservoir dan kebutuhan operasi di lapangan.
Baca Juga: Perkuat Akselerasi Transisi Energi, Pertamina Matangkan Infrastruktur SAF & Biosolar
Sedangkan PT Pertamina Lubricants berperan dalam proses blending dan produksi untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten serta memenuhi spesifikasi implementasi di lapangan. Sinergi ini mencerminkan kolaborasi yang saling melengkapi dalam menghadirkan solusi specialty chemicals karya lokal bagi industri hulu migas.
"Pertamina Lubricants terus mengembangkan kapabilitas sebagai penyedia solusi bagi sektor energi. Melalui inovasi produk CEOR, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional PHR, tetapi juga memperkuat sinergi antar Pertamina Group dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional," ungkap Abdul melalui keterangan tertulis pada Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Dongkrak Produksi Minyak, Pertamina Tambah 1.865 BOPD dari Lapangan Sejadi Kaltim
Selain menghadirkan produk, Pertamina Lubricants juga memberikan dukungan teknis selama proses implementasi. Pendekatan ini memastikan formulasi chemical yang digunakan dapat memberikan performa optimal sesuai dengan kondisi lapangan, sekaligus mendukung efektivitas pelaksanaan program CEOR.
Manajemen Pertamina Lubricants pun telah meninjau langsung lokasi sumur migas di Site Minas Area-A Pertamina Hulu Rokan, dimana sebanyak 3.400 MT surfaktan PHR24 diimplementasikan pada tiga pattern. "Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan di dalam negeri mampu memberikan nilai tambah bagi industri hulu migas," imbuh Abdul.
Ke depan, Abdul menegaskan Pertamina Lubricants akan terus memperkuat riset dan pengembangan produk berbasis kebutuhan industri. "Sehingga mampu menghadirkan solusi inovatif yang mendukung kinerja sektor energi nasional dan memperkuat daya saing produk dalam negeri," tandas Abdul.
Baca Juga: Harga Oli Naik Hingga 17%, Pertamina Lubricants: Dipicu Tekanan Bahan Baku
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














