Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Valbury Asia Futures memproyeksikan peluang perdagangan aset keuangan masih terbuka pada kuartal III-2026 di tengah dinamika ekonomi global.
Perusahaan menilai emas masih berpotensi menjadi aset pilihan (safe haven), sementara saham-saham Amerika Serikat (AS) dan pasar valuta asing (forex) diperkirakan tetap menawarkan peluang bagi pelaku pasar.
Head of Marketing & Communication Valbury Asia Futures, Caroline Haryono mengatakan, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi pada paruh kedua tahun ini seiring ketidakpastian geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral.
"Kuartal III-2026 ini adalah momentum krusial. Kami melihat pasar akan bergerak lebih dinamis, dan dengan dukungan platform trading serta edukasi melalui berbagai kanal resmi kami, kami optimistis dapat membantu nasabah menangkap peluang profit secara maksimal," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Valbury memproyeksikan komoditas emas (XAU/USD) masih menjadi instrumen yang banyak diburu investor sebagai aset lindung nilai di tengah penyesuaian kebijakan moneter global dan perkembangan ekonomi makro.
Baca Juga: Harga Emas Ekspor Turun 3,51% Periode Kedua Juni 2026, Ini Penyebab Utamanya
Sementara itu, perusahaan juga melihat saham-saham blue-chip di Amerika Serikat serta pasangan mata uang utama (major currencies) masih memiliki tingkat likuiditas yang tinggi dan berpotensi memberikan peluang transaksi bagi trader aktif.
Menurut tim riset Valbury, sepanjang kuartal II 2026 pergerakan pasar didominasi volatilitas pada harga emas, indeks saham global, serta saham-saham sektor teknologi di Amerika Serikat. Pergerakan tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral.
Sejalan dengan prospek pasar tersebut, Valbury berupaya memperluas jangkauan nasabah melalui peningkatan edukasi pasar modal dan perdagangan berjangka.
Perusahaan akan melanjutkan program roadshow literasi keuangan di sejumlah kota seperti Makassar, Medan, Bandung, dan Jakarta hingga November 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali.
Caroline mengatakan, perluasan edukasi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perdagangan berjangka komoditas.
Baca Juga: Pengamat: Lonjakan Permintaan Emas Jadi Momentum BUMN Tambang Tambah Produksi
"Rating A+++ dari Bappebti ini adalah buah dari kepercayaan nasabah dan kerja keras seluruh tim dalam memberikan pelayanan terbaik. Namun, bagi kami peringkat ini bukan akhir dari pencapaian, melainkan tanggung jawab besar untuk terus memaksimalkan pelayanan serta mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Di sisi lain, Valbury juga baru meraih peringkat A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Penilaian tersebut mencakup aspek kepatuhan terhadap regulasi, stabilitas perusahaan, pengawasan transaksi, proses internal, hingga perlindungan nasabah.
Perseroan berharap capaian tersebut dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung ekspansi bisnis pada sisa tahun 2026 melalui peningkatan layanan dan program literasi keuangan.
Baca Juga: Investor Beralih Instrumen Lain, Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,43%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














