Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 389,62 miliar atau setara Rp 25 per lembar saham dari laba bersih Tahun Buku 2025. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin (29/6).
Pada tahun 2025 Erajaya membukukan penjualan bersih Rp Rp76,6 triliun, dengan laba kotor tercatat sebesar Rp8,35 triliun, dan margin laba kotor sebesar 10,9%.
Kinerja ini didukung oleh strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan secara konsisten, sehingga Perseroan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan dinamika pasar sepanjang tahun.
Baca Juga: Laba PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3%, Ini Faktor Pendorongnya
“Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025,” ujar Hasan Aula, Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, dalam keterangannya, Rabu (1/7).
Sepanjang tahun lalu ERAA terus memperkuat strategi diversifikasi bisnis melalui pengembangan portofolio usaha di berbagai kategori.
Selain mempertahankan bisnis inti distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi sebagai fondasi utama, perusahaan juga terus memperluas ekosistem bisnis melalui pertumbuhan berbagai vetikal usaha lain, termasuk Erajaya Active Lifestyle serta Erajaya Food & Nourishment/
Sejumlah merek baru yang masuk ke dalam portofolio bisnis perseroan melalui anak usahanya antara lain CHAGEE pada vertikal Erajaya Food & Nourishment kemudian XPENG, merek kendaraan listrik (EV), serta ANTA dan Wilson, dua merek ritel apparel olahraga dari ver=kal bisnis Erajaya Active Lifestyle.
Meski bisnis digital tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 74%, ERAA terus memperkuat portofolio bisnis lainnya, dengan kontribusi international business sebesar 14,8%, active lifestyle 7,5%, dan food & nourishment 3,8%.
Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada Kuartal I 2026, di mana Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp22,4 triliun, meningkat 41,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kinerja positif ini didukung oleh performa yang kuat di seluruh vertikal bisnis Perseroan, sejalan dengan strategi diversifikasi yang terus dijalankan secara konsisten melalui pengembangan portofolio usaha dan ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.
ERAA juga terus memperkuat ekosistem omnichannel terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh lini bisnis. Hingga Kuartal I 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.400 jaringan ritel di Indonesia, didukung oleh penguatan ekosistem digital commerce serta program loyalitas pelanggan MyEraspace yang kini telah memiliki lebih dari 17,5 juta anggota.
Selain itu, RUPST ERAA juga resmi menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Bapak Lim Bing Tjay dari jabatannya selaku Komisaris Independen Perseroan terhitung sejak tanggal 31 Maret 2026.
Bersamaan dengan itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Bapak Rudiantara sebagai Komisaris Independen Perseroan yang baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














