kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Erick Thohir: Pakai filosofi Samurai Jepang, direksi Garuda sebaiknya mundur


Rabu, 04 Desember 2019 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menkeu Sri Mulyani 


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kasus Garuda Indonesia membawa menyelundupkan komponen Harley Davidson bekas dan sepeda Brompton berbuntut ancaman perombakan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Walau begitu, saat ini Menteri BUMN, Erick Tohir menyerahkan kasus tersebut kepada Bea Cukai. "Biarlah mereka yang lihat," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/12).

Baca Juga: Bawa onderdil Harley Davidson, karyawan Garuda Indonesia siap terima sanksi

Menurutnya, pihaknya harus memiliki praduga tak  bersalah. Namun, ia menegaskan pihaknya akan bertindak apabila kasus tersebut benar adanya.

Karenanya, ia pun turut menyarankan sebelum kebenaran terungkap ada baiknya mengundurkan diri terlebih dahulu. Imbauan tersebut berangkat dari filosofi Samurai Jepang.

Erick mengaku saat ini pihaknya memang belum ada rencana melakukan perombakan direksi Garuda Indonesia.

Baca Juga: Soal penyelundupan onderdil Harley Davidson, berikut penjelasan Garuda Indonesia

"Saat ini belum ada rencana (rombak direksi). Kami menunggu saja karena Bu Sri Mulyani sudah menginstruksikan Kepala Bea Cukai melihat transparan mungkin dan beliau akan turun langsung," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×