Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Tiga Juta Rumah yang digalakkan pemerintah. Dukungan diberikan perusahaan melalui program renovasi dan sanitasi (Pondasi).
Program ini dijalankan di sekitar wilayah operasional perseroan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Melalui Pondasi, TAP berfokus pada perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus peningkatan akses sanitasi yang lebih baik bagi warga.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak, terutama di wilayah yang rentan terhadap kondisi lingkungan dan cuaca ekstrem. “TAP menilai eberadaan hunian yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat,” tulis manajemen TAP dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/5/2026).
Selain membantu perbaikan fisik rumah, program ini juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang baik. Dengan demikian, dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
Baca Juga: Kementerian PKP Tambah Kuota Bedah Rumah di Kaltim hingga 3.000 Rumah
Teranyar, Pondasi dijalankan di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur oleh PT Muaratoyu Subur Lestari, anak usaha TAP. Curah hujan tinggi tahun lalu menyebabkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, rusak, sehingga kebutuhan hunian layak kian mendesak. Kerusakan ini tak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga mengganggu rasa aman warga akibat kebocoran dan masalah sanitasi saat hujan.
Salah satu penerima manfaat, Eko (50), mengaku renovasi membawa perubahan signifikan, terutama pada fasilitas kamar mandi, dapur, dan kondisi rumah yang kini lebih layak.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan program pembangunan hunian rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah baru, tetapi juga renovasi agar rumah masyarakat lebih layak huni. Ia menyebut, program tiga juta rumah, baik pembangunan maupun perbaikan, tetap dijalankan dengan optimisme sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Sengketa Tanah Abang Mencuat, Proyek Rusun 1.000 Unit Terancam Tertahan
Maruarar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan dunia usaha dan masyarakat, untuk mencapai target tersebut.
Sejalan dengan itu, TAP Untuk Negeri memandang pembangunan berkelanjutan bukan sekadar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk di wilayah desa yang jauh dari pusat kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













